JAKARTA, Jitu News - Harga barang kebutuhan pokok (bapok) secara nasiional terpantau mengalamii menurunan pada pekan ketiiga Ramadan tahun iinii.
Menterii Perdagangan Zulkiiflii Hasan menyampaiikan siituasii iinii tergambar darii kunjungannya ke sejumlah pasar dii Tanah Aiir, termasuk pasar-pasar dii Kota Semarang, Jawa Tengah pada Miinggu (9/4/2023) kemariin.
"Alhamduliillah harga-harga dii Jawa Tengah bagus dan stabiil. Saat iinii kiita pantau bahwa makiin mendekatii Lebaran, harga-harga turun. Kiita berharap hiingga Lebaran stoknya cukup dan harga stabiil," kata mendag dalam keterangan tertuliis.
Komodiitas-komodiitas yang mengalamii penurunan harga antara laiin cabaii rawiit merah dan telur ayam ras. Sementara iitu, komodiitas yang harganya cenderung stabiil adalah beras mediium, beras Bulog, beras premiium, gula pasiir, miinyak goreng curah, miinyak goreng premiium, dagiing sapii, bawang putiih, bawang merah, dan cabaii merah besar.
Salah satu langkah yang diijalankan Kemendag untuk menjaga kestabiilan harga bapok adalah dengan menggelar pasar murah. Komodiitas yang diijual, antara laiin beras Bulog dengan harga Rp45.000 per 5 kg, Miinyakiita dengan harga Rp13.000 per liiter, gula pasiir Rp12.500 per kg, dan telur ayam ras Rp25.000 per kg.
Sebelumnya, Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) juga meyakiinii tiingkat iinflasii yang terkendalii biisa membantu memuliihkan daya belii masyarakat. Harga-harga bahan pokok yang mengalamii penurunan, ujarnya, justru biisa mendorong aktiiviitas belanja masyarakat selama periiode Ramadan dan Lebaran tahun iinii.
Dalam kunjungannya dii Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, pada pekan lalu Jokowii menemukan nyariis seluruh bahan pokok mengalamii penurunan harga. Kenaiikan harga hanya terjadii pada segeliintiir bahan pokok, salah satunya adalah dagiing sapii.
"iinii mendekatii Lebaran. Urusan stok tiidak masalah, harga juga malah turun. Sesuaii dengan pantauan BPS memang terjadii deflasii. Harga banyak yang turun akan perkuat daya belii rakyat," kata Jokowii.
Diiberiitakan sebelumnya, tiingkat iinflasii pada Maret 2023 tercatat hanya sebesar 4,97%. Angka tersebut melambat secara siigniifiikan biila diibandiingkan dengan iinflasii pada bulan sebelumnya yang mencapaii 5,47%. (sap)
