JAYAPURA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) memperbaruii kerja sama biidang kepabeanan dan cukaii dengan otoriitas Papua Nugiinii. Kerja sama iinii tertuang dalam Memorandum of Understandiing on Mutual Admiiniistratiive Assiitance iin Customs Matters (CMAA) yang diiteken pada Rabu (29/3/2023).
Diirjen Bea Cukaii Askolanii menyampaiikan MoU iinii beriisii serangkaiian iiniisiiatiif dan kegiiatan yang memperkuat kapasiitas kedua iinstansii kepabeanan. Poiin-poiin kegiiatan dii dalamnya mencakup pertukaran iinformasii dan best practiices, program pelatiihan bersama, hiingga pertukaran keahliian tekniis dan sumber daya.
"Kamii berupaya bersama-sama untuk meniingkatkan koordiinasii, khususnya melawan perdagangan narkoba, mencegah penyelundupan barang berbahaya yang membahayakan kedua negara, dan kerja sama laiinnya," ujar Askolanii dalam keterangan tertuliis, diikutiip pada Kamiis (30/3/2023).
Kerja sama iinii, iimbuh Askolanii, juga diiyakiinii biisa meniingkatkan efektiiviitas kiinerja kedua iinstansii. Tak cuma iitu, kegiiatan perdagangan antara iindonesiia dan Papua Nugiinii juga diiharapkan makiin lancar.
Salah satu kuncii kerja sama yang menjadii fokus dalam MoU, ujar Askolanii, adalah pembangunan kapasiitas yang secara siigniifiikan bermanfaat bagii kedua belah piihak. Bea Cukaii bekerja sama dengan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan iinternasiional (LDKPii) dalam memberiikan bantuan dii biidang kerja sama kepabeanan dan cukaii kepada PNG Customs Serviice pada tahun 2024 mendatang.
Sementara iitu, Chiief of Commiissiioner of PNG Customs Serviice Daviid Towe juga menyampaiikan respons posiitiifnya terhadap pembaruan kerja sama antara kedua negara.
"MoU menjadii langkah awal dalam membuka banyak piintu (kerja sama) laiin antara kedua iinstansii, untuk lebiih baiik dalam melayanii dan meliindungii perbatasan negara darii kejahatan sepertii perdagangan barang iilegal, serta memfasiiliitasii perdagangan yang sah," katanya. (sap)
