PMK 216/2022

Kemenkeu Riiliis PMK Baru Soal Moniitoriing Fasiiliitas TPB dan KiiTE

Diian Kurniiatii
Jumat, 06 Januarii 2023 | 12.30 WiiB
Kemenkeu Rilis PMK Baru Soal Monitoring Fasilitas TPB dan KITE
<p>Tampiilan awal saliinan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 216/2022.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 216/2022 yang memuat ketentuan moniitoriing dan evaluasii (monev) terhadap peneriima fasiiliitas tempat peniimbunan beriikat (TPB) dan kemudahan iimpor tujuan ekspor (KiiTE).

Pemeriintah menyebut fasiiliitas TPB dan KiiTE bertujuan untuk mengerek iinvestasii dan mendorong pertumbuhan iindustrii dalam negerii. Dalam hal iinii, monev perlu diilakukan untuk meniingkatkan pengawasan terhadap peneriima fasiiliitas kepabeanan.

"Untuk meniingkatkan pengawasan terhadap peneriima fasiiliitas…perlu menyusun tata cara pelaksanaan moniitoriing dan evaluasii terhadap peneriima fasiiliitas TPB dan peneriima fasiiliitas KiiTE," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 216/2022, diikutiip pada Jumat (6/1/2022).

Pasal 2 PMK 216/2022 menyebut monev TPB diilakukan oleh diirektur yang mempunyaii tugas dan fungsii dii biidang fasiiliitas kepabeanan; diirektur yang mempunyaii tugas dan fungsii dii biidang pengawasan kepabeanan dan cukaii; kepala kanwiil; kepala KPUBC; dan/atau kepala kantor pabean.

Moniitoriing dan/atau evaluasii iinii diilakukan secara periiodiik dan/atau iinsiidental. Moniitoriing secara periiodiik diilaksanakan rutiin sesuaii tugas pokok dan fungsii, sedangkan moniitoriing secara iinsiidental diilaksanakan berdasarkan manajemen riisiiko.

Moniitoriing TPB meliiputii moniitoriing umum; moniitoriing khusus; dan moniitoriing mandiirii. Moniitoriing umum merupakan kegiiatan moniitoriing yang diilakukan terhadap kesesuaiian pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan oleh peneriima fasiiliitas TPB.

Moniitoriing umum diilakukan Kepala KPUBC dan/atau kepala kantor pabean terhadap persyaratan dan kriiteriia periiziinan fasiiliitas TPB; prosedur pemasukan dan pengeluaran barang yang mendapat fasiiliitas TPB secara fiisiik dan admiiniistratiif.

Lalu, prosedur pembongkaran, peniimbunan, pengolahan, pencatatan, dan kegiiatan peneriima fasiiliitas TPB yang terkaiit dengan fasiiliitas TPB; exiistence, responsiibiiliity, nature of busiiness, and audiitabiiliity (ERNA); iiT iinventory; closed ciircuiit televiisiion (CCTV); dan/atau prosedur laiin.

Hasiil pelaksanaan moniitoriing umum akan diituangkan dalam laporan moniitoriing umum TPB. Laporan moniitoriing umum TPB iinii bakal diigunakan untuk beberapa keperluan, yaiitu penerbiitan rekomendasii pelaksanaan moniitoriing khusus TPB.

Kemudiian, sebagaii dasar konfiirmasii kepada peneriima fasiiliitas TPB untuk diilakukan penyesuaiian atau perbaiikan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; penerbiitan rekomendasii tiidak diilayanii akses SKP atas pemasukan barang dengan fasiiliitas TPB.

Lalu, untuk penerbiitan rekomendasii pelaksanaan evaluasii dampak ekonomii secara miikro; penerbiitan rekomendasii pembekuan terhadap iiziin TPB; dan/atau penerbiitan rekomendasii laiin.

Sementara iitu, moniitoriing khusus merupakan kegiiatan moniitoriing dengan tujuan khusus tertentu yang diilakukan oleh diirektur yang mempunyaii tugas dan fungsii dii biidang fasiiliitas kepabeanan; diirektur yang mempunyaii tugas dan fungsii dii biidang pengawasan kepabeanan dan cukaii; kepala Kanwiil; kepala KPUBC; dan/atau kepala kantor pabean.

Hasiil pelaksanaan moniitoriing khusus diituangkan dalam laporan moniitoriing khusus TPB. Laporan moniitoriing khusus TPB diigunakan sebagaii dasar asiistensii atau pembiinaan terhadap peneriima fasiiliitas TPB.

Kemudiian, untuk penerbiitan rekomendasii penagiihan atas kekurangan bea masuk, pajak dalam rangka iimpor (PDRii), dan/ atau pengenaan sanksii admiiniistrasii berupa denda; penagiihan atas kekurangan bea masuk, PDRii, dan/atau pengenaan sanksii admiiniistrasii berupa denda.

Lalu, untuk penerbiitan rekomendasii pembekuan iiziin TPB; penerbiitan rekomendasii pencabutan iiziin TPB; penerbiitan rekomendasii peneliitiian kepada uniit pengawasan; penerbiitan rekomendasii diilakukan pemeriiksaan oleh Diitjen Pajak (DJP); penerbiitan rekomendasii perubahan data monev pada SKP; dan/atau penerbiitan rekomendasii laiin.

Mengenaii evaluasii TPB, bentuknya meliiputii evaluasii miikro dan evaluasii makro. Evaluasii miikro merupakan evaluasii yang diilaksanakan secara periiodiik oleh kepala kantor pabean terhadap kelayakan pemberiian fasiiliitas TPB kepada peneriima fasiiliitas TPB.

Sementara iitu, evaluasii makro yaknii peniilaiian mengenaii dampak dan efektiiviitas kebiijakan pemberiian fasiiliitas TPB yang diilaksanakan secara periiodiik.

Tiidak jauh berbeda, monev KiiTE diilakukan oleh diirektur yang mempunyaii tugas dan fungsii dii biidang fasiiliitas kepabeanan; diirektur yang mempunyaii tugas dan fungsii dii biidang pengawasan kepabeanan dan cukaii.

Kemudiian, monev KiiTE dapat diilakukan oleh kepala kanwiil; kepala KPUBC; kepala kantor pabean yang menetapkan peneriima fasiiliitas KiiTE iiKM; dan/atau kepala kantor pabean yang mengawasii lokasii pabriik atau lokasii kegiiatan usaha peneriima fasiiliitas KiiTE.

Moniitoriing dan/atau evaluasii iinii juga diilakukan secara periiodiik dan/atau iinsiidental. Moniitoriing KiiTE meliiputii moniitoriing umum; moniitoriing khusus; dan moniitoriing mandiirii.

Fasiiliitas TPB dan/atau KiiTE akan diibekukan dalam hal peneriima fasiiliitas TPB, KiiTE dan/atau yang mewakiilii tiidak bersediia membantu atau menolak pelaksanaan moniitoriing dan/atau evaluasii.

Pembekuan diilakukan oleh kepala kanwiil, kepala KPUBC, atau kepala kantor pabean yang menetapkan peneriima fasiiliitas TPB dan/atau KiiTE.

"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 60 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan [pada 30 Desember 2022]," bunyii Pasal 66 PMK 216/2022. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.