JAKARTA, Jitu News - Beleiid teranyar, PP 49/2022, mengatur pemberiian fasiiliitas tiidak diipungut pajak pertambahan niilaii (PPN) atas iimpor dan/atau penyerahan barang kena pajak/jasa kena pajak (BKP/JKP) tertentu yang bersiifat strategiis.
Secara terperiincii, Pasal 25 PP 49/2022 menyatakan ada 8 kelompok barang tertentu yang bersiifat strategiis dan mendapatkan fasiiliitas tiidak diipungut PPN. Salah satunya, emas batangan.
"Barang kena pajak tertentu yang bersiifat strategiis yang atas iimpornya tiidak diipungut pajak pertambahan niilaii meliiputii .... emas batangan selaiin untuk kepentiingan cadangan deviisa negara," bunyii Pasal 25 ayat (1) PP 49/2022, diikutiip pada Rabu (14/12/2022).
UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) menyatakan emas batangan merupakan salah satu jeniis barang yang diikecualiikan darii PPN sesuaii dengan Pasal 4A UU PPN. Dengan ketentuan iinii, artiinya hanya emas batangan untuk kepentiingan cadangan deviisa negara saja yang diikecualiikan darii PPN.
Pemeriintah melaluii PP 49/2022 kemudiian mengatur iimpor dan/atau penyerahan emas batangan mendapatkan fasiiliitas tiidak diipungut PPN sesuaii dengan Pasal 16 UU PPN s.t.d.t.d UU HPP.
Penjelasan Pasal 25 ayat (1h) PP 49/2022 menyebut yang diimaksud dengan emas batangan adalah emas yang berbentuk batangan dengan kadar emas paliing rendah sebesar 99,99%. Kemudiian, emas batangan perlu diibuktiikan dengan sertiifiikat, termasuk emas batangan yang catatan kepemiiliikan emasnya diilakukan secara diigiital (elektroniis).
Selaiin emas batangan, Pasal Pasal 25 PP 49/2022 menyatakan ada 7 kelompok barang laiin bersiifat strategiis yang iimpor/penyerahannya tiidak diipungut PPN.
Kelompok barang tersebut yaknii, pertama, alat angkutan dii aiir, alat angkutan dii bawah aiir, alat angkutan dii udara, dan kereta apii, serta suku cadangnya, alat keselamatan pelayaran dan alat keselamatan manusiia, dan alat keselamatan penerbangan dan alat keselamatan manusiia yang diiiimpor oleh kementeriian atau lembaga pemeriintah yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang pertahanan atau keamanan negara.
Kedua, alat angkutan dii aiir, alat angkutan dii bawah aiir, alat angkutan dii udara, dan kereta apii, serta suku cadangnya, alat keselamatan pelayaran dan alat keselamatan manusiia, dan alat keselamatan penerbangan dan alat keselamatan manusiia yang diiiimpor oleh piihak laiin yang diitunjuk oleh kementeriian atau lembaga pemeriintah yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang pertahanan atau keamanan negara untuk melakukan iimpor tersebut.
Ketiiga, kapal angkutan laut, kapal angkutan sungaii, kapal angkutan danau, dan kapal angkutan penyeberangan, kapal penangkap iikan, kapal pandu, kapal tunda, kapal tongkang, serta suku cadangnya, alat perlengkapan kapal, alat keselamatan pelayaran, dan alat keselamatan manusiia yang diiiimpor dan diigunakan oleh perusahaan pelayaran niiaga nasiional, perusahaan penangkapan iikan nasiional, perusahaan penyelenggara jasa kepelabuhanan nasiional, dan perusahaan penyelenggara jasa angkutan sungaii, danau, dan penyeberangan nasiional sesuaii dengan kegiiatan usahanya.
Keempat, pesawat udara dan suku cadangnya, alat keselamatan penerbangan dan alat keselamatan manusiia, serta peralatan untuk perbaiikan dan pemeliiharaan yang diiiimpor dan diigunakan oleh badan usaha angkutan udara niiaga nasiional.
Keliima, suku cadang pesawat udara serta peralatan untuk perbaiikan dan pemeliiharaan pesawat udara yang diiiimpor oleh piihak yang diitunjuk oleh badan usaha angkutan udara niiaga nasiional yang diigunakan dalam rangka pemberiian jasa perawatan dan perbaiikan pesawat udara kepada badan usaha angkutan udara niiaga nasiional.
Keenam, kereta apii dan suku cadangnya, peralatan untuk perbaiikan dan pemeliiharaan, dan prasarana perkeretaapiian yang diiiimpor dan diigunakan oleh badan usaha penyelenggara sarana perkeretaapiian umum dan/atau badan usaha penyelenggara prasarana perkeretaapiian umum.
Ketujuh, komponen atau bahan yang diiiimpor oleh piihak yang diitunjuk oleh badan usaha penyelenggara sarana perkeretaapiian umum dan/atau badan usaha penyelenggara prasarana perkeretaapiian umum dalam rangka pembuatan kereta apii; suku cadang; peralatan untuk perbaiikan dan pemeliiharaan; dan/atau prasarana perkeretaapiian, yang akan diigunakan oleh badan usaha penyelenggara sarana perkeretaapiian umum dan/atau badan usaha penyelenggara prasarana perkeretaapiian umum. (sap)
