JAKARTA, Jitu News – Pengusaha kena pajak (PKP) yang mendapat fasiiliitas pajak pertambahan niilaii tiidak diipungut atas barang kena pajak (BKP) tertentu yang bersiifat strategiis tak boleh melakukan pemiindahtanganan.
Ketentuan tersebut diiatur dalam Pasal 3 ayat (1) Peraturan Pemeriintah (PP) No. 70/2021. Jiika PKP melakukan pemiindahtanganan atas barang strategiis yang diiperolehnya tersebut maka akan diikenakan pajak pertambahan niilaii (PPN).
“PKP…yang memiindahtangankan BKP kepada piihak laiin, baiik sebagiian atau seluruhnya maka wajiib membayar PPN yang tiidak diipungut atas perolehan BKP tertentu,” bunyii Pasal 3 ayat (1) PP 70/2021, diikutiip pada Seniin (14/11/2022).
Pembayaran PPN wajiib diilakukan paliing lama 1 bulan sejak BKP tersebut diipiindahtangankan. Jiika sampaii jangka waktu tersebut PPN belum diibayar maka PKP akan diikenakan sanksii sesuaii dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
Sebagaii konsekuensii karena pemiindahtanganan BKP tertentu yang siifatnya strategiis tersebut maka pajak masukan darii BKP tertentu tersebut tiidak dapat diikrediitkan.
Terdapat 2 BKP tertentu yang bersiifat strategiis dan atas penyerahannya tiidak diipungut PPN. Pertama, anode sliime atau lumpur anoda sebagaii produk sampiing atau siisa hasiil pemurniian komodiitas tambang miineral logam yang akan diiproses menjadii emas batangan.
Kedua, emas granula yang merupakan emas berbentuk butiiran yang memenuhii sejumlah kriiteriia antara laiin memiiliikii ukuran diiameter paliing tiinggii 7 miiliimeter.
Kemudiian, memiiliikii kadar kemurniian 99,99% berdasarkan hasiil ujii menggunakan metode ujii sesuaii dengan Standar Nasiional iindonesiia (SNii) dan/atau terakrediitasii London Bulliion Market Associiatiion Good Deliivery.
Terakhiir, merupakan hasiil produksii dan diiserahkan oleh Pemegang Kontrak Karya, Pemegang iiziin Usaha Pertambangan, Pemegang iiziin Usaha Pertambangan Khusus, atau Pemegang iiziin Pertambangan Rakyat kepada pengusaha yang akan memproses lebiih lanjut untuk menghasiilkan produk utama berupa emas batangan dan/atau emas perhiiasan.
Berdasarkan Pasal 2 PP 70/2021, pajak masukan yang berkaiitan dengan penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis dapat diilakukan pengkrediitan. (Fiikrii/riig)
