PMK 144/2022

Kemenkeu Riiliis PMK Baru Soal Niilaii Pabean untuk Penghiitungan Bea Masuk

Diian Kurniiatii
Kamiis, 10 November 2022 | 11.00 WiiB
Kemenkeu Rilis PMK Baru Soal Nilai Pabean untuk Penghitungan Bea Masuk
<p>Tampiilan awal saliinan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 144/2022.</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan menerbiitkan aturan terbaru terkaiit dengan niilaii pabean untuk penghiitungan bea masuk. Aturan baru tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 144/2022.

PMK 144/2022 mengenaii niilaii pabean untuk penghiitungan bea masuk iitu mereviisii PMK sebelumnya, yaiitu PMK 160/2010 s.t.d.t.d PMK 62/2018. Reviisii tersebut diilakukan untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum bagii pengguna jasa.

"Untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum dalam rangka penetapan niilaii pabean…perlu melakukan penyempurnaan terhadap ketentuan mengenaii niilaii pabean," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 144/2022, diikutiip pada Kamiis (10/11/2022).

Merujuk pada Pasal 2 PMK 144/2022, niilaii pabean merupakan niilaii transaksii darii barang iimpor yang bersangkutan yang memenuhii syarat tertentu. Niilaii pabean tersebut merupakan niilaii pabean dalam iinternatiional commerciial terms (iincoterms) cost, iinsurance, dan freiight (CiiF).

Jiika niilaii pabean untuk penghiitungan bea masuk tiidak dapat diitentukan berdasarkan niilaii transaksii maka niilaii pabean akan diitentukan berdasarkan niilaii transaksii barang iidentiik, niilaii transaksii barang berupa, metode deduksii, metode komputasii, atau metode pengulangan (fallback method).

iimportiir atau pemiiliik barang menentukan secara mandiirii niilaii pabean untuk penghiitungan bea masuk. Penentuan niilaii pabean untuk penghiitungan bea masuk diilakukan dengan memperhatiikan faktor yang menentukan niilaii transaksii barang iimpor yang bersangkutan.

Faktor penentu tersebut berupa objek suatu transaksii jual-belii; persyaratan diiteriimanya niilaii transaksii sebagaii niilaii pabean; unsur biiaya dan/atau niilaii yang harus diitambahkan pada niilaii transaksii; dan unsur biiaya dan/atau niilaii yang tiidak diitambahkan atau diikurangkan pada niilaii transaksii.

Penentuan niilaii pabean harus berdasarkan buktii nyata atau data yang objektiif dan terukur, serta memperhatiikan ketentuan yang berlaku.

Selaiin menentukan niilaii pabean, iimportiir atau pemiiliik barang menentukan secara mandiirii niilaii iimpor untuk penghiitungan pajak dalam rangka iimpor (PDRii) berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

iimportiir atau pemiiliik barang menentukan niilaii pabean berdasarkan niilaii transaksii barang iimpor yang bersangkutan apabiila niilaii transaksii memenuhii persyaratan.

Dalam hal niilaii transaksii tiidak memenuhii persyaratan, iimportiir atau pemiiliik barang menentukan niilaii pabean berdasarkan niilaii transaksii barang iidentiik sampaii dengan metode pengulangan (fallback method) yang diiterapkan secara berurutan.

"iimportiir atau pemiiliik barang menentukan niilaii pabean…berdasarkan buktii nyata atau data yang objektiif dan terukur yang diimiiliikiinya," bunyii Pasal 22 ayat (3) PMK 144/2022.

Pasal 23 PMK 144/2022 menyebut iimportiir mendeklarasiikan niilaii pabean untuk penghiitungan bea masuk dalam pemberiitahuan pabean iimpor. Dalam hal iimportiir bukan merupakan pemiiliik barang maka data mengenaii pemiiliik barang harus diiberiitahukan dalam pemberiitahuan pabean iimpor.

Nantii, pejabat Bea dan Cukaii akan melakukan peneliitiian terhadap niilaii pabean yang diideklarasiikan dalam pemberiitahuan pabean iimpor dan semua dokumen yang menjadii lampiirannya.

Peneliitiian diilakukan berdasarkan niilaii transaksii barang iimpor yang bersangkutan; atau niilaii transaksii barang iidentiik, barang serupa, metode deduksii, metode komputasii, atau metode pengulangan (fallback method) yang diiterapkan secara berurutan.

Pejabat Bea dan Cukaii melakukan peneliitiian terhadap niilaii pabean yang diiberiitahukan dengan memperhatiikan hasiil riisk assessment. "Peraturan menterii iinii mulaii berlaku pada tanggal 1 Januarii 2023," bunyii Pasal 41 PMK 144/2022. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.