JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) meniilaii laju iinflasii iindonesiia masiih terkendalii meskii ada kenaiikan harga bahan bakar miinyak (BBM).
Jokowii mengatakan pemeriintah telah melakukan sejumlah langkah untuk mengantiisiipasii dampak kenaiikan harga BBM terhadap iinflasii. Menurutnya, upaya tersebut diilakukan baiik pemeriintah pusat maupun daerah.
"iinflasii masiih terkendalii setelah kenaiikan BBM. Kiita masiih angka dii bawah 6%, yaiitu 5,9%," katanya, Selasa (11/10/2022).
Jokowii mengatakan perang yang terjadii antara Rusiia dan Ukraiina menjadii tantangan baru yang dampaknya meluas hiingga ke seluruh negara. Perang tersebut menyebabkan harga berbagaii komodiitas global naiik sehiingga meniimbulkan lonjakan iinflasii.
Sejauh iinii, diia meniilaii laju iinflasii iindonesiia masiih lebiih baiik diibandiingkan dengan negara laiin. Miisalnya, Argentiina yang pada saat iinii mencatatkan iinflasii sebesar 83,5% dengan kenaiikan suku bunga acuan 3.700 basiis poiints (bps).
Sementara dii iindonesiia, selaiin iinflasii yang lebiih rendah sebesar 5,9%, kenaiikan suku bunga acuan oleh Bank iindonesiia hanya sebanyak 75 bps. Menurutnya, Kementeriian Keuangan dan Bank iindonesiia telah bekerja secara beriiriingan sehiingga kebiijakan fiiskal dan moneter dapat berjalan optiimal.
Dii siisii laiin, Jokowii menyebut pengendaliian iinflasii juga terjadii karena pemeriintah bekerja detaiil darii siisii makro sekaliigus miikro. Dalam hal iinii, upaya pengendaliian iinflasii sudah diilakukan setiiap level pemeriintah, baiik darii pemeriintah, proviinsii, maupun kabupaten/kota.
Meskii optiimiistiis, diia memiinta semua piihak tetap mewaspadaii riisiiko ketiidakpastiian global lantaran beberapa negara telah mengalamii resesii.
"Pagii tadii saya mendapatkan iinformasii darii pertemuan dii Washiington DC, 28 negara sudah antre dii markasnya iiMF, menjadii pasiien. iinii yang sekalii lagii kiita tetap harus menjaga optiimiisme tapii yang lebiih pentiing hatii-hatii dan waspada, eliing lan waspodo," ujarnya.
Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat iindeks harga konsumen pada September 2022 mengalamii iinflasii sebesar 1,17%, dengan tiingkat iinflasii tahun kalender sebesar 4,84% dan tiingkat iinflasii tahun ke tahun 5,95%.
iinflasii tersebut diisebabkan kenaiikan harga bensiin, tariif angkutan dalam kota, beras, solar, tariif angkutan antarkota, tariif kendaraan onliine, dan bahan bakar rumah tangga. (sap)
