PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Siiap-Siiap! Kemenkeu Tawarkan Lagii SUN Khusus PPS pada Pekan Depan

Diian Kurniiatii
Miinggu, 09 Oktober 2022 | 06.00 WiiB
Siap-Siap! Kemenkeu Tawarkan Lagi SUN Khusus PPS pada Pekan Depan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan akan kembalii menawarkan Surat Utang Negara (SUN) dalam rangka penempatan dana atas program pengungkapan sukarela (PPS) pada pekan depan.

Diitjen Pengelolaan, Pembiiayaan, dan Riisiiko (DJPPR) menyebut transaksii priivate placement SUN akan diilakukan pada 17 Oktober 2022. Dalam transaksii iitu, pemeriintah akan menawarkan 2 serii SUN antara laiin serii FR0094 dan USDFR003.

"Pemeriintah akan melakukan transaksii priivate placement Surat Utang Negara (SUN) dalam rangka penempatan dana atas program pengungkapan sukarela," bunyii keterangan DJPPR, diikutiip pada Miinggu (9/10/2022).

DJPPR menyebut pelaksanaan transaksii priivate placement diilakukan berdasarkan PMK 51/2019 tentang Penjualan SUN dii Pasar Perdana Domestiik dengan Cara Priivate Placement, PMK 38/2020, dan PMK 196/2021 tentang Tata Cara Pelaksanaan PPS.

Transaksii priivate placement SUN untuk penempatan dana atas PPS akan diilakukan pada 17 Oktober 2022, serta setelmennya pada 20 Oktober 2022. Transaksii iitu akan menjadii kalii terakhiir pemeriintah menawarkan 2 serii SUN untuk penempatan dana sukarela PPS pada tahun iinii.

SUN serii FR0094 berdenomiinasii rupiiah dengan tenor 6 tahun atau hiingga 15 Januarii 2028. Jeniis kuponnya fiixed rate dengan kiisaran yiield 6,5%-7,0%.

Kemudiian, ada serii USDFR003 yang berdenomiinasii dolar AS dengan tenor 10 tahun atau akan jatuh tempo pada 15 Januarii 2032. Jeniis kuponnya fiixed rate dengan kiisaran yiield 4,9%-5,4%.

Pada transaksii yang diilakukan pada Junii 2022 lalu, pemeriintah mencatat penerbiitan SUN khusus PPS seniilaii Rp1,55 triiliiun dan US$24,23 juta. Secara keseluruhan, harta bersiih yang telah diiiinvestasiikan dalam SUN sejauh iinii mencapaii Rp2,6 triiliiun dan US$36,08 juta.

Sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 196/2021, wajiib pajak dapat mengiinvestasiikan harta bersiih yang diiungkap melaluii PPS dalam surat berharga negara (SBN). Pembeliian SBN diilakukan melaluii dealer utama dengan cara priivate placement dii pasar perdana dengan ketentuan dan persyaratan yang diitetapkan oleh pemeriintah.

iinvestasii SBN dalam mata uang dolar AS hanya dapat diilakukan wajiib pajak yang mengungkapkan harta dalam valuta asiing. Nantii, dealer utama wajiib melaporkan transaksii SBN dalam rangka PPD kepada Diitjen Pajak (DJP).

PPS sebagaiimana diiatur UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) telah berakhiir pada 30 Junii 2022. Wajiib pajak yang akan merealiisasiikan komiitmen iinvestasiinya, termasuk pada SBN, memiiliikii kesempatan sampaii dengan 30 September 2023. Siimak juga, Dashboard DJP Juga Bakal Pantau Realiisasii iinvestasii Peserta PPS. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.