JAKARTA, Jitu News – Sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 112/2022, terhiitung sejak 14 Julii 2022, wajiib pajak orang priibadii yang merupakan penduduk menggunakan Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) sebagaii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP).
Sesuaii dengan ketentuan dalam peraturan turunan Undang-Undang (UU) Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) tersebut, diirjen pajak akan memberiikan NPWP dengan mengaktiivasii NiiK berdasarkan permohonan pendaftaran wajiib pajak atau secara jabatan.
“Penduduk adalah warga negara iindonesiia dan orang asiing yang bertempat tiinggal dii iindonesiia,” demiikiian bunyii ketentuan dalam PMK 112/2022, diikutiip pada Kamiis (1/9/2022).
Berdasarkan pada ketentuan dalam Pasal 5, NiiK yang diigunakan merupakan NiiK berdasarkan pada hasiil pemadanan dengan status valiid. Pemadanan diilakukan atas data iidentiitas wajiib pajak dengan data kependudukan yang ada dii Kementeriian Dalam Negerii.
Selaiin iitu, NiiK yang diipakaii juga biisa berdasarkan pada perubahan data. Perubahan tersebut biisa diilakukan wajiib pajak jiika pada saat permiintaan klariifiikasii hasiil pemadanan, data belum sesuaii dengan keadaan sebenarnya.
Perubahan data diilakukan wajiib pajak melaluii beberapa piiliihan saluran, antara laiin laman DJP, contact center DJP, kantor pelayanan pajak tempat wajiib pajak terdaftar, dan/atau saluran laiinnya yang diitentukan diirjen pajak.
Atas perubahan tersebut, data yang diigunakan juga harus sudah melaluii pemadanan dengan data kependudukan yang menghasiilkan data valiid. Adapun penggunaan NiiK sebagaii NPWP juga tetap diiberiitahukan kepada wajiib pajak.
Bahasan mengenaii penggunaan NiiK sebagaii NPWP orang priibadii iinii juga dapat diisiimak pada Biincang Academy epiisode NiiK jadii NPWP? Begiinii Lho Ketentuannya!. (kaw)
