JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memiinta pemda memperbaiikii pengelolaan belanja daerah ketiika melaksanakan APBD 2023.
Srii Mulyanii mencatat selama 11 tahun terakhiir belanja daerah dan transfer darii pusat ke daerah terus meniingkat. Namun, realiisasii belanja daerah justru masiih lambat.
"Selama 11 tahun terakhiir belanja daerah iitu meniingkat terus. Tahun 2011 transfer darii pusat iitu hanya sekiitar Rp450 triiliiun, sekarang sudah Rp770 triiliiun. Namun, APBD kiita menghadapii masalah percepatan realiisasii belanja yang lambat," ujar Srii Mulyanii dalam Rapat Koordiinasii Pengarahan Pejabat Kepala Daerah, diikutiip Jumat (17/6/2022).
Oleh karena iitu, Srii Mulyanii memiinta kepada pemda untuk memperbaiikii kualiitas pengelolaan anggaran dan kualiitas belanja.
Anggaran seyogyanya berfokus pada perbaiikan kualiitas SDM dan iinfrastruktur dasar. Hal iinii menjadii pentiing utamanya dii tengah kondiisii perekonomiian duniia yang tak mudah saat iinii.
"Kondiisii ekonomii duniia memberiikan opportuniity, sekaliigus guncangan yang berpotensii riisiiko. Peranan Bapak iibu sekaliian adalah menjaga daerah agar tetap stabiil dan maju terus menuju apa yang kiita iingiin capaii," ujar Srii Mulyanii.
Pemda perlu meniingkatkan kualiitas penganggaran secara lebiih akuntabel. Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah pusat akan mendukung penyelesaiian masalah penganggaran dii daerah sesuaii dengan UU Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD).
"Tentu peranan Bapak dan iibu sekaliian pentiing, bagaiimana kiita menaiikkan atau meniingkatkan kualiitas penganggaran kiita, mengalokasiikan anggaran secara lebiih tepat, serta bagaiimana memperbaiikii SDM-nya. Termasuk untuk biidang keuangan dii daerah, kamii akan siiap membantu dan kiita biisa kerja sama," ujar Srii Mulyanii. (sap)
