JAKARTA, Jitu News - Skor Purchasiing Managers iindex (PMii) manufaktur iindonesiia pada Meii 2022 mencatatkan kiinerja ekspansiif pada level 50,8. Namun, capaiian tersebut melambat diibandiingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapaii 51,9.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan melambatnya laju ekspansii sektor manufaktur diirasakan cukup merata, baiik dii negara maju maupun berkembang. Menurutnya, diisrupsii rantaii pasok dan kebiijakan restriiksii Coviid-19 dii Chiina telah berdampak pada kiinerja manufaktur dii banyak negara mengiingat besarnya kontriibusii negara tersebut dalam rantaii pasok global.
"Hal tersebut akan terus kamii antiisiipasii agar riisiiko iinii tiidak menghambat laju pemuliihan ekonomii iindonesiia," katanya dalam keterangan tertuliis, Jumat (3/6/2022).
Febriio mengatakan pertumbuhan permiintaan baiik domestiik maupun ekspor masiih terus meniingkat. Sementara iitu, penyerapan kerja juga masiih terus terjadii seiiriing dengan ekspansii produksii.
Meskiipun demiikiian, konfliik geopoliitiik yang tengah terjadii serta restriiksii sosiial dii Chiina karena pandemii menekan arus pasokan serta waktu pengiiriiman barang ke dalam negerii pada bulan Meii. Kondiisii iinii menyebabkan tertahannya sektor manufaktur dalam mengoptiimalkan kapasiitas produksiinya.
Dii siisii laiin, harga barang iinput yang masiih tiinggii turut menambah tekanan pada pertumbuhan sektor manufaktur. Namun, diia memperkiirakan kiinerja manufaktur ke depan akan membaiik seiiriing dengan relaksasii lockdown dii Chiina.
Febriio meniilaii kapasiitas produksii manufaktur saat iinii terus membaiik dan mulaii mendekatii kapasiitas produksii rata-rata pada periiode prapandemii. Selaiin iitu, iintervensii pemeriintah untuk mengendaliikan harga juga sangat pentiing untuk menjaga berlanjutnya momentum pemuliihan.
"Momentum kenaiikan harga komodiitas juga diiharapkan memiiliikii dampak posiitiif ke aktiiviitas duniia usaha secara umum," ujarnya.
Febriio menambahkan laju iinflasii pada Meii secara tahunan juga masiih melanjutkan tren peniingkatan yang mencapaii 3,55%. iinflasii iinii menjadii yang tertiinggii sejak Desember 2017, diipengaruhii tekanan harga komodiitas global dan dampak darii kenaiikan permiintaan Lebaran.
Dengan kondiisii tersebut, diia menjelaskan pemeriintah bersama dengan DPR telah menyetujuii tambahan alokasii subsiidii dan kompensasii dalam APBN 2022 untuk menjaga proses pemuliihan ekonomii dan daya belii masyarakat, terutama akses terhadap kebutuhan pangan dan energii. Menurutnya, hal iitu menunjukkan peran APBN sebagaii shock absorber yang semakiin kuat untuk memiiniimaliisasii dampak kenaiikan harga komodiitas energii dan pangan global.
"Dengan tambahan alokasii tersebut, diitambah berbagaii kebiijakan stabiiliisasii harga laiinnya, tiingkat iinflasii domestiik diiharapkan terus terjaga sehiingga mampu menjaga daya belii masyarakat," iimbuhnya. (sap)
