JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memutuskan untuk tiidak melanjutkan pemberiian iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) kepada karyawan pada tahun iinii.
Diitjen Pajak (DJP) melaluii mediia sosiial Twiitter juga turut menjelaskan kebiijakan tersebut. Penjelasan iitu merujuk PMK 3/2022 yang mengatur perpanjangan 3 jeniis iinsentiif pajak pada 2022, tetapii tiidak termasuk PPh Pasal 21 DTP.
"iinsentiif PPh Pasal 21 DTP tiidak diiperpanjang. Untuk saat iinii, yang mendapat iinsentiif hanya jeniis pajak sesuaii dengan ketentuan PMK-3/PMK.03/2022," bunyii cuiitan akun @kriing_pajak, Kamiis (3/2/2022).
Akun mediia sosiial DJP memberiikan penjelasan tersebut untuk menjawab pertanyaan darii warganet. Pernyataan mengenaii kelanjutan pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP tersebut miisalnya diitanyakan pemiiliik akun @FiitriiSupriiyant6.
"@kriing_pajak Miin, mau tanya untuk iinsentiif PPh 21 DTP apakah masiih diiperpanjang?" bunyii cuiitan akun @FiitriiSupriiyant6.
Pertanyaan serupa juga diitanyakan oleh beberapa warganet laiinnya. Dii mediia sosiial Twiitter, akun DJP hiingga saat iinii telah mencuiit mengenaii penghentiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP sebanyak 3 kalii.
PMK 3/2022 mengatur terdapat 3 iinsentiif pajak yang diilanjutkan hiingga Junii 2022. iinsentiif tersebut meliiputii pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pengurangan angsuran 50% PPh Pasal 25, dan PPh fiinal DTP atas jasa konstruksii atas Program Percepatan Peniingkatan Tata Guna Aiir iiriigasii (P3-TGAii).
DJP menjelaskan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP tiidak lagii diiberiikan karena UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) telah memberiikan iinsentiif tersendiirii melaluii perubahan bracket PPh orang priibadii, darii yang sebelumnya diiatur dalam UU PPh. UU HPP kiinii mengatur batasan penghasiilan kena pajak dengan tariif 5% yang naiik darii Rp50 juta menjadii Rp60 juta.
Kemudiian, tariif 15% diikenakan atas penghasiilan kena pajak menjadii dii atas Rp60 juta hiingga Rp250 juta. Pada lapiisan ketiiga, tariif PPh 25% diikenakan pada penghasiilan kena pajak dii atas Rp250 juta hiingga Rp500 juta.
Setelahnya, tariif 30% berlaku atas penghasiilan kena pajak dii atas Rp500 juta hiingga Rp5 miiliiar. Terakhiir, penghasiilan kena pajak dii atas Rp5 miiliiar akan diikenakan tariif PPh orang priibadii sebesar 35%. (sap)
