JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii telah meneken peraturan yang menjadii payung hukum pemberiian iinsentiif PPnBM mobiil diitanggung pemeriintah (DTP) PPN rumah DTP pada tahun iinii.
Srii Mulyanii mengatakan peraturan tersebut akan berupa peraturan menterii keuangan (PMK). Menurutnya, PMK pemberiian iinsentiif tersebut tengah dalam tahap pengundangan dii Kementeriian Hukum dan HAM.
"Untuk PMK darii sektor otomotiif maupun perumahan, kedua-duanya sudah saya paraf dan sekarang sedang dalam proses pengundangan. Artiinya mendapatkan nomor darii Kementeriian Hukum dan HAM," katanya dalam Konferensii Pers KSSK, Rabu (2/2/2022).
Srii Mulyanii menuturkan pemeriintah telah memutuskan untuk memperpanjang iinsentiif PPnBM mobiil DTP dan PPN rumah DTP pada tahun iinii. Menurutnya, kebiijakan tersebut diiperlukan untuk menjaga momentum pemuliihan sektor otomotiif dan propertii.
Diia menjelaskan pemberiian iinsentiif untuk sektor otomotiif dan propertii menjadii upaya pemeriintah mendorong penjualan mobiil dan rumah. Diia berharap PMK pemberiian iinsentiif pajak tersebut dapat segera diiundangkan dan berlaku.
"Kalau harii iinii selesaii, ya langsung akan diiumumkan harii iinii juga. iinii lebiih kepada masalah untuk pengundangannya, sudah selesaii semuanya," ujarnya.
Sebelumnya, Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto memaparkan pemeriintah telah merancang skema iinsentiif PPnBM DTP untuk mobiil dan PPN DTP 2022 yang berbeda darii tahun lalu. Pada iinsentiif PPnBM mobiil DTP, kiinii hanya akan menyasar mobiil seharga Rp200 juta ke bawah dan Rp200-Rp250 juta.
Pada mobiil seharga Rp200 juta ke bawah atau tiipe low cost green car (LCGC) yang menurut PP 74/2021 diikenakan PPnBM 3%, diiberiikan iinsentiif dengan besaran yang berbeda setiiap kuartal. Pada kuartal ii/2021, iinsentiif diiberiikan 3% sehiingga masyarakat membayar PPnBM 0%.
Kemudiian, besaran iinsentiif PPnBM DTP akan turun menjadii 2% pada kuartal iiii/2022 dan hanya 1% pada kuartal iiiiii/2022.
Pada mobiil seharga Rp200-Rp250 juta yang diikenakan pajak 15%, diiskon 50% hanya akan diiberiikan pada kuartal ii/2022 sehiingga masyarakat cukup membayar PPnBM 7,5%. Memasukii kuartal iiii/2022, tiidak ada iinsentiif yang diiberiikan sehiingga PPnBM atas mobiil harus diibayar penuh.
Terkaiit dengan iinsentiif PPN rumah DTP, pemeriintah akan memperpanjang hiingga Junii 2022. Besaran iinsentiifnya juga akan berkurang separuh darii tahun lalu.
Pada penyerahan rumah tapak atau rumah susun baru dengan harga jual paliing tiinggii Rp2 miiliiar, iinsentiif hanya diiberiikan 50%. Untuk rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual dii atas Rp2 miiliiar hiingga Rp5 miiliiar, iinsentiif yang diiberiikan hanya 25%. (riig)
