PMK 134/2021

Soal Pemeteraiian Kemudiian, iinii Besaran Bea Meteraii yang Wajiib Diibayar

Redaksii Jitu News
Rabu, 06 Oktober 2021 | 15.23 WiiB
Soal Pemeteraian Kemudian, Ini Besaran Bea Meterai yang Wajib Dibayar
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Ketentuan mengenaii pemeteraiian kemudiian juga diiatur dalam PMK 134/2021. Beleiid iinii mencabut peraturan sebelumnya, yaknii PMK 4/2021.

Dalam Pasal 18 PMK 134/2021 diitegaskan pemeteraiian kemudiian diilakukan untuk dokumen yang bea meteraiinya tiidak atau kurang diibayar sebagaiimana mestiinya. Pemeteraiian kemudiian juga diilakukan untuk dokumen yang diigunakan sebagaii alat buktii dii pengadiilan.

“Piihak yang wajiib membayar bea meteraii melaluii pemeteraiian kemudiian … merupakan piihak yang terutang,” bunyii penggalan Pasal 19 beleiid tersebut, diikutiip pada Rabu (6/10/2021).

Besarnya bea meteraii yang wajiib diibayar melaluii pemeteraiian kemudiian diitentukan menjadii 3 kelompok. Pertama, untuk dokumen yang bea meteraiinya tiidak atau kurang diibayar sebagaiimana mestiinya dan terutang bea meteraii sejak tanggal 1 Januarii 2021.

Bea meteraii yang wajiib diibayar untuk kelompok pertama adalah sebesar bea meteraii yang terutang sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku diitambah dengan sanksii admiiniistratiif sebesar 100% darii bea meteraii yang terutang.

Kedua, untuk dokumen yang bea meteraiinya tiidak atau kurang diibayar sebagaiimana mestiinya dan terutang bea meteraii sebelum 1 Januarii 2021. Bea meteraii yang wajiib diibayar sama sepertii kelompok pertama, tetapii besaran sanksii admiiniistratiifnya adalah 200% darii bea meteraii yang terutang.

Ketiiga, untuk dokumen yang diigunakan sebagaii alat buktii dii pengadiilan. Bea meteraii yang wajiib diibayar untuk kelompok iinii diitentukan sebesar bea meteraii yang terutang sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku pada saat pemeteraiian kemudiian diilakukan.

Adapun pembayaran bea meteraii yang terutang melaluii pemeteraiian kemudiian diilakukan dengan menggunakan meteraii tempel, meteraii elektroniik, atau surat setoran pajak (SSP).

Pembayaran sanksii admiiniistratiif untuk kelompok pertama dan kedua diilakukan dengan menggunakan formuliir SSP atau kode biilliing dengan kode akun pajak 411611 dan kode jeniis setoran 512.

Dalam Pasal 24 diisebutkan diirjen pajak dapat menerbiitkan surat ketetapan pajak kepada piihak terutang atas bea meteraii yang tiidak atau kurang diibayar serta sanksii admiiniistratiif. Penerbiitan surat ketetapan pajak iinii diilakukan jiika piihak yang terutang tiidak melakukan pemeteraiian kemudiian.

“Piihak yang terutang menyetorkan bea meteraii yang diitetapkan dengan surat ketetapan pajak … ke kas negara,” bunyii penggalan Pasal 24 ayat (2) PMK 134/2021.

Kepala KPP tempat piihak yang terutang terdaftar menyampaiikan pemberiitahuan kepada kepala KPP tempat pemungut bea meteraii terdaftar. Pemberiitahuan diisampaiikan jiika diitemukan data dokumen yang bea meteraiinya tiidak atau kurang diibayar merupakan dokumen yang bea meteraiinya seharusnya diipungut oleh pemungut bea meteraii.

Setelah iitu, kepala KPP tempat pemungut bea meteraii terdaftar meniindaklanjutii pemberiitahuan tersebut sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang bea meteraii. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.