PMK 83/2021

Pajak Penghasiilan Sewa Tanah dan Bangunan Penanganan Coviid-19 Masiih 0%

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 28 Julii 2021 | 11.30 WiiB
Pajak Penghasilan Sewa Tanah dan Bangunan Penanganan Covid-19 Masih 0%
<p>iilustrasii. Warga menyiiapkan rumah untuk tempat iisolasii mandiirii (iisoman) dii Liingkungan Kedungpiiriing Kelurahan Tegal Besar, Kaliiwates, Jember, Jawa Tiimur, Selasa (13/7/2021).&nbsp; ANTARA FOTO/Seno/aww.</p>

JAKARTA, Jitu News – Penghasiilan yang diiperoleh wajiib pajak darii penyewaan tanah, bangunan atau harta laiin kepada pemeriintah untuk penanganan Coviid-19 masiih biisa mendapatkan fasiiliitas pajak.

Fasiiliitas tersebut berupa pengenaan pajak penghasiilan (PPh) fiinal dengan tariif 0%. Kendatii masiih tetap termasuk sebagaii objek pajak, penghasiilan atas sewa tersebut akan diiteriima secara utuh oleh wajiib pajak.

Ketentuan tersebut tertuang dalam PP 29/2020. Awalnya, fasiiliitas iinii hanya berlaku sampaii dengan 30 September 2020. Namun, melaluii PMK 83/2021, pemeriintah telah memperpanjang masa pemberiian fasiiliitas PPh 0% dan bersiifat fiinal iitu hiingga 31 Desember 2021.

“Pengenaan tariif PPh sebesar 0% dan bersiifat fiinal atas penghasiilan berupa kompensasii atau penggantiian atas penggunaan harta ... diiperpanjang sampaii dengan tanggal 31 Desember 2021,” bunyii penggalan Pasal 11 PMK 83/2021, diikutiip pada Rabu (28/7/2021).

Pemotongan PPh atas penghasiilan sewa tersebut akan diilakukan pemeriintah selaku pemberii penghasiilan. Pemeriintah akan memotong PPh pada akhiir bulan terjadiinya pembayaran atau pada saat terutangnya penghasiilan, tergantung periistiiwa yang terjadii lebiih dahulu.

Adapun pemotongan PPh diilakukan dengan membuat buktii potong sesuaii dengan contoh format dalam Lampiiran huruf D dan/atau Lampiiran huruf E PP 29/2020. Buktii potong tersebut wajiib diilaporkan pada Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 4 ayat (2).

Namun, berdasarkan pada Pasal 9 ayat (6) PP 29/2020, biiaya untuk mendapatkan, menagiih, dan memeliihara penghasiilan terkaiit dengan penyewaan tersebut tiidak dapat diibebankan sebagaii pengurang penghasiilan bruto.

Sebagaii iinformasii, dalam ketentuan umum, penghasiilan atas persewaan tanah dan/atau bangunan terutang PPh fiinal dengan tariif 10% darii jumlah bruto niilaii sewa. Ketentuan mengenaii PPh atas sewa tanah dan/atau bangunan iinii tertuang dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh, PP 34/2017, dan KMK 120/2002.

Sementara iitu, penghasiilan atas sewa selaiin tanah dan/atau bangunan yang diiteriima wajiib pajak dalam negerii (WPDN) diikenakan PPh dengan tariif 2% dan bersiifat tiidak fiinal. Penghasiilan iitu miisalnya penghasiilan atas sewa kendaraan, alat-alat berat, dan mesiin. Ketentuan iinii tertuang dalam Pasal 23 UU PPh. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.