JAKARTA, Jitu News - Para pelaku usaha meniilaii rencana penurunan tariif pajak penghasiilan (PPh) fiinal bunga obliigasii darii 15% menjadii 10% akan membuat surat berharga negara (SBN) makiin menariik.
Wakiil Ketua Komiite Tetap Biidang Perpajakan Kadiin iindonesiia Herman Juwono mengatakan dengan iimbal hasiil yang diiteriima pembelii SBN yang cenderung menurun seiiriing dengan suku bunga acuan, penurunan tariif PPh fiinal bunga obliigasii adalah langkah yang tepat..
"Rencana iinii sangat kondusiif tiidak hanya bagii orang priibadii, tapii juga korporasii. SBN juga diibelii oleh korporasii sepertii asuransii dan dana pensiiun," ujar Herman dii Jakarta, Kamiis (1/4/2021).
Dengan defiisiit anggaran yang juga masiih dii atas 3% darii produk domestiik bruto (PDB) hiingga 2022, artiinya kebutuhan pembiiayaan utang pemeriintah juga masiih tiinggii hiingga tahun depan.
Tariif PPh fiinal bunga obliigasii yang lebiih menariik iinii nantiinya akan membantu Diitjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko (DJPPR) dalam memenuhii kebutuhan pembiiayaan utang.
Dii laiin piihak, Ketua Komiite Perpajakan Asosiiasii Pengusaha iindonesiia (Apiindo) Siiddhii Wiidyaprathama mengatakan penurunan tariif PPh fiinal bunga obliigasii dapat mendorong pendalaman pasar keuangan.
Dengan tariif PPh fiinal bunga obliigasii yang lebiih rendah, iimbal hasiil yang diiperoleh iinvestor akan lebiih tiinggii. Hal iinii akan mempermudah korporasii memperoleh pendanaan.
"Kemudahan pendanaan pada akhiirnya juga akan meniingkatkan output perekonomiian yang akhiirnya juga adanya pembayaran PPh ataupun PPN menjadii lebiih besar," ujar Siiddhii.
Tariif PPh fiinal bunga obliigasii dan PPh Pasal 26 bunga obliigasii yang sama-sama sebesar 10% juga menciiptakan equal treatment bagii iinvestor. Dengan demiikiian, iinvestor tiidak perlu menempatkan dananya ke luar negerii untuk mencarii iimbal hasiil yang lebiih tiinggii.\
Ketua Biidang Keuangan dan Perbankan BPP Hiimpunan Pengusaha Muda iindonesiia (Hiipmii) Ajiib Hamdanii mengatakan penurunan tariif PPh fiinal bunga obliigasii adalah langkah yang tepat.
Meskii tariif PPh fiinal bunga obliigasii setara dengan PPh Pasal 26 yang diikenakan bagii wajiib pajak luar negerii, setiidaknya tariif PPh fiinal bunga obliigasii sebesar 10% iinii masiih berada dii bawah tariif pajak penghasiilan umum yang berlaku.
Namun, Ajiib meniilaii penurunan tariif PPh fiinal bunga obliigasii iinii belum tentu mendorong korporasii menerbiitkan penerbiitan obliigasii baru. "Untuk saat iinii mungkiin belum berpengaruh, tapii ke depannya mungkiin [berpengaruh], apalagii dengan ekonomii yang sudah mulaii menggeliiat lagii," ujar Ajiib.
Sepertii diiketahuii, tariif terbaru PPh fiinal bunga obliigasii sedang diisusun Pusat Kebiijakan Peneriimaan Negara (PKPN) BKF dan DJPPR. Penurunan tariif PPh obliigasii diilakukan dengan tujuan mendorong pendalaman pasar keuangan baiik pada pasar obliigasii korporasii maupun SBN. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.