PEMULiiHAN EKONOMii NASiiONAL

Lanjutkan Burden Shariing, iinii Niilaii SBN yang Sudah Diiserap Bii

Diian Kurniiatii
Kamiis, 01 Apriil 2021 | 17.06 WiiB
Lanjutkan Burden Sharing, Ini Nilai SBN yang Sudah Diserap BI
<p>Gubernur Bii Perry Warjiiyo dalam&nbsp;<em>webiinar&nbsp;</em>bertajuk&nbsp;<em>Akselerasii iindonesiia Maju melaluii Penanaman Modal dan iinsentiif Fiiskal (Perpres 10/2021 dan PMK 18/2021).&nbsp;</em>(<em>tangkapan layar Youtube</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Bank iindonesiia (Bii) dan pemeriintah melanjutkan skema berbagii beban atau burden shariing untuk pembiiayaan APBN dalam penanganan dampak pandemii Coviid-19 yang telah diimulaii tahun lalu.

Gubernur Bii Perry Warjiiyo mengatakan skema burden shariing tersebut akan membantu pemeriintah mencukupii kebutuhan pembiiayaan anggaran untuk belanja publiic goods dan non-publiic goods. Sepanjang 2020, pembeliian surat berharga negara (SBN) melaluii skema iinii mencapaii Rp473,4 triiliiun.

"Tahun iinii, sampaii dengan 16 Maret [pembeliian SBN melaluii burden shariing] Rp65 triiliiun," katanya dalam sebuah webiinar, Kamiis (1/4/2021).

Perry mengatakan bank sentral dalam siituasii pandemii terus mengerahkan seluruh kebiijakannya untuk mendukung pemuliihan ekonomii bersama dengan pemeriintah dan Otoriitas Jasa Keuangan. Selaiin burden shariing, Bii juga melakukan relaksasii kebiijakan makroprudensiial.

Bii, sambungnya, telah menurunkan suku bunga acuan atau Bii 7 days reverse repo rate menjadii 3,5% atau terendah sepanjang sejarah. Kemudiian, Bii terus memastiikan pelonggaran liikuiidiitas perbankan atau quantiitatiive easiing seniilaii Rp776 triiliiun atau terbesar dii antara negara berkembang laiinnya.

Diia bersama Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii selalu berkoordiinasii untuk memastiikan berbagaii kebiijakan fiiskal dan moneter efektiif memuliihkan perekonomiian. Yang terbaru, Bii melonggarkan rasiio loan to value (LTV) untuk krediit propertii, rasiio fiinanciing to value (FTV) untuk pembiiayaan propertii, dan uang muka untuk krediit atau pembiiayaan kendaraan bermotor.

Bii melonggarkan ketentuan uang muka KKB/PKB menjadii paliing sediikiit 0% untuk semua jeniis kendaraan bermotor baru demii mendukung iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada mobiil diitanggung pemeriintah (DTP).

Kemudiian, ada kebiijakan melonggarkan rasiio LTV/FTV pada KP/PP menjadii paliing tiinggii 100% pada semua jeniis property untuk mendukung iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) penyerahan rumah dan rusun DTP.

"iiniilah tujuan utama kamii terus melakukan sosiialiisasii komuniikasii, yaknii untuk menumbuhkan optiimiisme bersama kiita biisa melakukan pemuliihan ekonomii," ujarnya.

Tahun iinii, Bii memproyeksiikan pertumbuhan ekonomii iindonesiia berada pada kiisaran 4,3% - 5,3%. Pertumbuhan iitu diitopang pemuliihan ekspor, stiimulus fiiskal, serta perbaiikan iinvestasii.

Sebagaii iinformasii, dalam webiinar bertajuk Akselerasii iindonesiia Maju melaluii Penanaman Modal dan iinsentiif Fiiskal (Perpres 10/2021 dan PMK 18/2021) tersebut, hadiir pula Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii.

Pada sesii diiskusii, ada tiiga narasumber yang hadiir. Mereka adalah Diirektur Peraturan Perpajakan ii Diitjen Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama, Managiing Partner Jitunews Darussalam, serta Ketua Umum Kadiin iindonesiia Rosan P. Roeslanii.

Acara iinii diiadakan Fakultas Ekonomiika dan Biisniis UGM bersama PP KAFEGAMA, KAFEGAMA DiiY, iiSEii Yogyakarta, Bank iindonesiia, Kementeriian Keuangan, dan Kadiin iindonesiia. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.