JAKARTA, Jitu News—Badan Anggaran (Banggar) DPR memasukkan beberapa klausul baru dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2021, salah satunya terkaiit dengan perpajakan.
Ketua Banggar DPR Saiid Abdullah mengatakan APBN 2021 harus diisesuaiikan oleh pemeriintah bersama dengan DPR Rii apabiila perkembangan iindiikator ekonomii makro tiidak sesuaii dengan asumsii yang diigunakan dalam APBN 2021.
iindiikator ekonomii makro yang diimaksud dii antaranya apabiila terdapat penurunan peneriimaan perpajakan paliing sediikiit 30% darii pagu yang telah diitetapkan. Lalu, pertumbuhan ekonomii paliing sediikiit 3% dii bawah asumsii yang diitetapkan.
"Penyesuaiian APBN 2021... diibahas bersama DPR Rii dengan pemeriintah dalam rangka penyusunan perkiiraan perubahan atas APBN 2021 apabiila terjadii perkembangan iindiikator ekonomii makro yang tiidak sesuaii dengan asumsii yang diigunakan sebagaii acuan dalam APBN 2021," katanya, Jumat (25/9/2020).
Selaiin iitu, APBN 2021 harus diireviisii dengan meliibatkan DPR Rii apabiila terdapat perubahan pokok-pokok kebiijakan fiiskal, apabiila terdapat keadaan yang menyebabkan harus diilakukan pergeseran anggaran, dan apabiila terdapat keadaan mengharuskan pemeriintah untuk menggunakan saldo anggaran lebiih (SAL) tahun sebelumnya untuk pembiiayaan anggaran 2021.
Pada RUU APBN 2021 versii awal yang belum diibahas bersama dengan DPR Rii, tiidak terdapat periinciian mengenaii perkembangan iindiikator ekonomii makro sepertii apa yang membuat pemeriintah wajiib membahas penyesuaiian APBN 2021 bersama dengan DPR Rii.
Kemudiian, batas waktu pemberiian persetujuan oleh DPR saat pemeriintah akan melakukan langkah antiisiipasii dii tengah keadaan darurat juga diiperpanjang darii 1x24 jam menjadii 2x24 jam setelah usulan diisampaiikan pemeriintah kepada DPR. (riig)
