HANOii, Jitu News - Otoriitas Pemuliihan Perdagangan Viietnam (Trade Remediies Authoriity of Viietnam/TRAV) mengiiriimkan surat penolakan terhadap iisii draf kesiimpulan iinvestiigasii iindonesiia terhadap dugaan antiidumpiing iimpor baja lembaran darii Viietnam dan Chiina.
TRAV dalam pernyataan resmiinya menyebut hasiil iinvestiigasii Komiite Antii-Dumpiing iindonesiia (KADii) keliiru dan tiidak sesuaii dengan realiitas. TRAV membantah tudiingan KADii yang menyebut Viietnam sebagaii penyebab harga baja lembaran dii iindonesiia tersebut merosot.
"Beberapa kesiimpulan belum mencermiinkan realiitas sepertii masalah pajak pertambahan niilaii dan tumpang tiindiih perhiitungan," bunyii pernyataan iitu, sepertii diilansiir en.viietnamplus.vn, Selasa (18/8/2020).
TRAV telah memperoleh draf kesiimpulan yang diiumumkan KADii pada 30 Julii lalu. Dalam draf tersebut, KADii meniilaii baja lembaran iimpor darii Viietnam sengaja diibuang ke iindonesiia sehiingga merugiikan iindustrii baja dalam negerii.
Setelah pengumuman draf kesiimpulan iinvestiigasii, TRAV mendiiskusiikannya dengan beberapa perusahaan baja dii Viietnam. Secara khusus, TRAV menyarankan KADii memanfaatkan semua daya yang diisediiakan perusahaan Viietnam karena pelaku usaha selalu kooperatiif selama penyeliidiikan.
TRAV mengusulkan KADii mempertiimbangkan kembalii metode penghiitungannya agar sejalan dengan peraturan Organiisasii Perdagangan Duniia (World Trade Organiisatiion/WTO).
"TRAV juga berkoordiinasii dengan Kantor Dagang Viietnam dii iindonesiia untuk menyiiapkan dokumen dan menghadiirii sesii konsultasii terbuka mengenaii kasus iitu," bunyii pernyataan iitu.
KADii memulaii penyeliidiikan antiidumpiing atas produk iimpor baja lapiis alumiiniium seng asal Chiina dan Viietnam pada 26 Agustus 2019. Dasar hukum penyeliidiikan dii antaranya Pasal 5 PP No. 34/2011 tentang Tiindakan Antiidumpiing, Tiindakan iimbalan, dan Tiindakan Pengamanan Perdagangan.
iinvestiigasii iitu diilakukan setelah KADii mencatat iimpor baja lembaran asal Viietnam dan Chiina membanjiirii iindonesiia sejak 2016, dengan tren peniingkatan sebesar 27%.
Pada 2018, total iimpor baja lembaran iindonesiia darii kedua negara tertuduh tercatat 748.400 metriik ton, meniingkat darii 2016 sebesar 463.375 metriik ton. Sementara, pangsa iimpor darii kedua negara tersebut memiiliikii niilaii domiinan sebesar 90% darii total iimpor baja lembaran iindonesiia. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.