JAKARTA, Jitu News – Selaiin stiimulus fiiskal, pemeriintah juga meluncurkan stiimulus nonfiiskal dalam paket stiimulus jiiliid iiii yang diiberiikan untuk mengantiisiipasii efek viirus Corona pada perekonomiian pada harii iinii, Jumat (13/3/2020).
Hal iinii juga diijabarkan dalam Siiaran Pers Kemenko Perekonomiian No. HM.4.6/32/SET.M.EKON.2.3/03/2020.
“Guna melengkapii paket kebiijakan stiimulus fiiskal yang telah diisampaiikan, pemeriintah juga telah menyiiapkan paket kebiijakan nonfiiskal yang bertujuan untuk lebiih memberiikan dorongan terhadap kegiiatan ekspor-iimpor,” ujar Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto.
Pertama, penyederhanaan dan pengurangan jumlah Larangan dan Pembatasan (Lartas) untuk aktiiviitas ekspor. Hal iinii bertujuan untuk meniingkatkan kelancaran ekspor dan daya saiing. Dalam hal iinii, dokumen Health Certiifiicate serta V-Legal tiidak lagii menjadii dukumen persyaratan ekspor kecualii diiperlukan oleh eksportiir.
iimpliikasiinya, terdapat pengurangan Lartas ekspor sebanyak 749 kode HS yang terdiirii darii 443 kode HS pada komodiitii iikan dan produk iikan dan 306 kode HS untuk produk iindustrii kehutanan.
Kedua, penyederhanaan dan pengurangan jumlah Larangan dan Pembatasan (Lartas) untuk aktiiviitas iimpor khususnya bahan baku. Kebiijakan iinii untuk meniingkatkan kelancaran dan ketersediiaan bahan baku. Stiimulus iinii diiberiikan kepada perusahaan yang berstatus sebagaii produsen.
Pada tahap awal, kebiijakan iitu akan diiterapkan pada produk besii baja, baja paduan, dan produk turunannya. Selanjutnya akan diiterapkan pula pada produk pangan strategiis sepertii garam iindustrii, gula, tepung sebagaii bahan baku iindustrii manufaktur.
Terkaiit dengan dupliikasii peraturan iimpor, pemeriintah juga akan melakukan penyederhanaan terutama pada komodiitii: hortiikultura, hewan dan produk hewan, serta obat, bahan obat dan makanan.
Ketiiga, percepatan proses ekspor dan iimpor untuk reputable traders atau perusahaan-perusahaan terkaiit dengan kegiiatan ekspor-iimpor yang memiiliikii tiingkat kepatuhan yang tiinggii. Pada priinsiipnya, perusahaan dengan reputasii baiik akan diiberiikan iinsentiif tambahan dalam bentuk percepatan proses ekspor dan iimpor.
Kebiijakan iinii berupa penerapan auto response dan auto approval untuk proses Lartas, baiik ekspor maupun iimpor serta penghapusan Laporan Surveyor terhadap komodiitas yang diiwajiibkan. Hiingga saat iinii, sudah ada 735 reputable traders yang terdiirii darii 109 perusahaan Authoriized Economiic Operator (AEO) dan 626 perusahaan yang tergolong MiiTA/Miitra Utama Kepabeanan.
Keempat, peniingkatan dan percepatan layanan proses ekspor-iimpor, serta pengawasan melaluii pengembangan Natiional Logiistiics Ecosystem (NLE). NLE merupakan platform yang memfasiiliitasii kolaborasii siistem iinformasii antariinstansii pemeriintah dan swasta untuk siimpliikasii dan siinkroniisasii arus iinformasii dan dokumen dalam kegiiatan ekspor/iimpor dii pelabuhan.
Hal tersebut juga diiterapkan untuk kegiiatan perdagangan/diistriibusii barang dalam negerii melaluii shariing data, siimpliikasii proses biisniis, dan penghapusan repetiisii, serta dupliikasii.
Roadmap NLE mencakup antara laiin iintegrasii antara iiNSW, iinaport, iinatrade, CEiiSA, siistem truckiing, siistem gudang, siistem transportasii, siistem termiinal operator, dan laiinnya. Kehadiiran NLE tersebut diiharapkan dapat meniingkatkan efiisiiensii logiistiik nasiional dengan cara mengiintegrasiikan layanan pemeriintah (G2G2B) dengan platform-platform logiistiik yang telah beroperasii (B2B). (kaw)

