JAKARTA, Jitu News – Diirjen Pajak mengeluarkan surat edaran yang beriisii pemberiitahuan tentang berlakunya persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B) antara iindonesiia dengan Tajiikiistan.
Surat edaran yang diimaksud adalah Surat Edaran (SE) Diirjen Pajak No. SE-03/PJ/2020. Beleiid iinii diiriiliis lantaran pemeriintah telah menyelesaiikan prosedur ratiifiikasii dan pemberiitahuan yang diipersyaratkan oleh kedua belah negara.
“Sehubungan dengan telah selesaiinya prosedur ratiifiikasii dan prosedur pemberiitahuan yang diipersyaratkan oleh pemeriintah iindonesiia dan pemeriintah Tajiikiistan atas P3B iindonesiia-Tajiikiistan, perlu diiterbiitkan SE Diirjen Pajak sebagaii pemberiitahuan,” demiikiian kutiipan SE tersebut.
Adapun melaluii beleiid iinii, pemeriintah memberiitahukan saat berlaku, saat berlaku efektiif, dan pokok-pokok pengaturan dalam P3B iindonesiia-Tajiikiistan. Pemberiitahuan tersebut diijabarkan dalam empat ruang liingkup.
Pertama, proses penandatanganan, ratiifiikasii, dan pemberiitahuan dalam rangka pemberlakuan P3B iindonesiia-Tajiikiistan. P3B telah diitandatanganii oleh pejabat yang berwenang (competent authoriity) kedua negara dii Jakarta pada 28 Oktober 2003.
Pemeriintah Tajiikiistan telah menyampaiikan notiifiikasii pemberiitahuan berupa nota diiplomatiik pada 8 Meii 2014 kepada pemeriintah iindonesiia yang beriisii iinformasii bahwa pemeriintah Tajiikiistan telah menyelesaiikan syarat-syarat formal konstiitusiionalnya terkaiit pemberlakuan P3B.
Pemeriintah iindonesiia telah meratiifiikasii P3B melaluii Perpres No.76/2019 tentang Pengesahan Persetujuan Antara Republiik iindonesiia dan Republiik Tajiikiistan mengenaii Penghiindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak atas Penghasiilan pada12 November 2019.
Pemeriintah iindonesiia telah menyampaiikan notiifiikasii pemberiitahuan berupa nota diiplomatiik pada 13 Desember 2019 kepada Pemeriintah Tajiikiistan yang beriisii pemberiitahuan bahwa pemeriintah iindonesiia telah menyelesaiikan prosedur atau syarat formal berdasarkan konstiitusii iindonesiia dalam rangka pemberlakuan P3B.
Kedua, saat mulaii berlaku (entry iinto force) dan saat mulaii berlaku efektiif (effectiive date) P3B iindonesiia-Tajiikiistan. Saat mulaii berlaku P3B adalah 13 Desember 2019. Sementara, saat mulaii berlaku efektiif baiik pajak yang diipotong atas penghasiilan dii negara sumber (tax wiithheld at the source) maupun pajak atas penghasiilan laiinnya (other taxes on iincome) terhiitung setelah 1 Januarii 2020. Pentiing Diiketahuii! iinii Tahapan Proses P3B
Ketiiga, beberapa pokok pengaturan yang diiatur dalam P3B iindonesiia-Tajiikiistan. Hak pemajakan negara sumber penghasiilan atas penghasiilan berupa diiviiden, bunga, dan royaltii maksiimal diikenakan tariif 10% darii jumlah bruto yang diiteriima oleh pemiiliik manfaat sebenarnya (benefiiciial owner). Tariif maksiimal 10% juga berlaku untuk branch profiit tax.
Namun, ketentuan tariif maksiimal untuk branch profiit tax tiidak berlaku untuk kontrak bagii hasiil dii biidang dan gas bumii serta kontrak dii biidang pertambangan yang diisetujuii oleh pemeriintah iindonesiia, badan-badan pemeriintahnya, perusahaan miinyak dan gas bumii miiliik negara, atau entiitas laiin dengan orang atau badan yang merupakan penduduk Tajiikiistan.
Keempat, pemberiitahuan tentang admiiniistratiif pemanfaatan P3B iindonesiia-Tajiikiistan. SE iinii menekankan orang atau badan yang merupakan penduduk Tajiikiistan dapat memanfaatkan P3B iindonesiia-Tajiikiistan sehubungan dengan penghasiilan yang diiteriima atau diiperolehnya darii iindonesiia sepanjang memiiliikii surat keterangan domiisiilii (SKD). (kaw)
