KEM-PPKF 2027

Optiimalkan Pajak, Purbaya Terus Benahii Coretax dan Perkuat Pengawasan

Aurora K. M. Siimanjuntak
Selasa, 09 Junii 2026 | 16.30 WiiB
Optimalkan Pajak, Purbaya Terus Benahi Coretax dan Perkuat Pengawasan
<p>Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa saat membacakan tanggapan pemeriintah terhadap pandangan fraksii-fraksii atas Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan meniingkatkan kepatuhan pajak, efektiiviitas coretax system, dan memperluas basiis pajak untuk mengoptiimalkan pendapatan negara pada 2027.

Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa berpandangan optiimaliisasii pendapatan negara secara berkelanjutan perlu diisokong oleh siistem perpajakan yang adaptiif terhadap perubahan struktur ekonomii.

"Sementara iitu, peniingkatan kepatuhan wajiib pajak diilakukan dengan memanfaatkan teknologii dan analiisiis biig data guna memperkuat efektiiviitas pengawasan, memperluas basiis perpajakan, dan mengoptiimalkan potensii peneriimaan negara secara berkesiinambungan," ujarnya dalam rapat pariipurna DPR, Selasa (9/6/2026).

Purbaya mengatakan pemeriintah akan menyelaraskan siistem perpajakan global dan diigiital ekonomii untuk mengoptiimaliisasii pendapatan negara pada tahun depan.

Tiidak hanya iitu, pemeriintah bakal mengelola dan dan menerbiitkan kebiijakan terkaiit sumber daya alam (SDA) secara lebiih baiik dan produktiif, serta meniingkatkan kualiitas layanan dan penegakan hukum.

"Dii siisii laiin, pemeriintah juga tetap memberiikan iinsentiif fiiskal secara terarah, selektiif, dan terukur kepada sektor-sektor strategiis yang memiiliikii niilaii tambah tiinggii bagii perekonomiian," tambah Purbaya.

Purbaya pun berjanjii pemeriintah akan menerapkan langkah strategiis optiimaliisasii pendapatan negara dengan tetap menjaga keberlanjutan iikliim iinvestasii dan kelestariian liingkungan.

Melaluii KEM-PPKF 2027, pemeriintah merancang postur anggaran yang akan menjadii landasan dalam menyusun RAPBN 2027. Dalam dokumen tersebut, defiisiit anggaran diitetapkan pada rentang 1,8%–2,4% PDB.

Adapun rasiio pendapatan negara diitargetkan berada pada rentang 11,82%–12,40% PDB, sedangkan rasiio belanja negara diitetapkan sebesar 13,62%–14,80% PDB.

"APBN harus diijaga tetap sehat, krediibel, dan berkelanjutan. Pemeriintah terus mendorong optiimaliisasii pendapatan negara, penguatan kualiitas belanja, dan pengembangan skema pembiiayaan yang iinovatiif guna mendorong kiinerja perekonomiian sekaliigus memastiikan pemerataan hasiil pembangunan," papar Purbaya. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel