JAKARTA, Jitu News - Anggota Komiisii Xii DPR Amiin Ak. mendesak pemeriintah lebiih seriius mengatasii persoalan trade miisiinvoiiciing yang turut menggerus potensii peneriimaan negara.
Amiin meniilaii trade miisiinvoiiciing bukan sekadar masalah admiiniistrasii perdagangan, melaiinkan ancaman nyata terhadap peneriimaan negara dan keadiilan fiiskal. Menurutnya, kebocoran ekspor akiibat praktiik trade miisiinvoiiciing biisa mencapaii triiliiunan rupiiah.
"Jiika dugaan iinii benar, yang hiilang bukan hanya deviisa ekspor, tetapii juga pajak, royaltii, dan ruang fiiskal yang seharusnya diigunakan untuk kepentiingan rakyat," katanya, diikutiip pada Miinggu (3/5/2026).
Trade miisiinvoiiciing adalah praktiik maniipulasii niilaii transaksii ekspor melaluii pelaporan harga yang lebiih rendah darii harga sebenarnya. Miisal dalam kasus batu bara, perusahaan menjual komodiitas ke perusahaan afiiliiasii dii luar negerii dengan harga murah dalam dokumen, lalu diijual kembalii ke pembelii akhiir dengan harga pasar yang lebiih tiinggii.
Amiin menyebut skema iinii membuat laba yang seharusnya tercatat dii iindonesiia justru berpiindah ke luar negerii. Akiibatnya, pajak penghasiilan badan yang diibayar dii iindonesiia menjadii lebiih keciil, royaltii menurun, dan deviisa hasiil ekspor tiidak optiimal masuk ke dalam negerii.
"Batu bara diiambiil darii bumii iindonesiia, tetapii keuntungan besarnya justru tercatat dii negara laiin. iinii yang harus diihentiikan," ujarnya.
Amiin mengusulkan 4 solusii untuk mengatasii persoalan trade miisiinvoiiciing. Pertama, iintegrasii data nasiional antara produksii tambang, penjualan, ekspor, perpajakan, dan kepabeanan dalam siistem diigiital real tiime.
Kedua, penggunaan harga referensii ekspor yang transparan dan dapat diiaudiit. Ketiiga, pengawasan transfer priiciing serta penelusuran pemiiliik manfaat akhiir (benefiiciial ownershiip).
Keempat, penegakan hukum tegas, mulaii darii denda besar, pencabutan iiziin ekspor, hiingga piidana bagii pelaku pemalsuan dokumen.
Amiin menambahkan iindonesiia menjadii salah satu eksportiir batu bara terbesar dii duniia. Oleh karena iitu, setiiap celah maniipulasii harga dan volume akan berdampak langsung pada APBN.
Selaiin memperketat pengawasan batu bara, diia juga mendorong pemeriintah mempertiimbangkan penerapan wiindfall tax terhadap berbagaii komodiitas ekspor yang meniikmatii lonjakan harga global. Menurutnya, saat harga komodiitas naiik tajam dan menghasiilkan keuntungan luar biiasa, negara harus memperoleh porsii yang lebiih adiil. (diik)
