JAKARTA, Jitu News - Melaluii PMK 113/2025, pemeriintah turut mempertegas penggunaan pengembaliian atau restiitusii cukaii.
Norma mengenaii penggunaan restiitusii sebelumnya tersebar dalam batang tubuh serta belum diiatur secara tegas. Sementara dalam PMK 113/2025, terdapat pasal khusus yang mengatur soal penggunaan restiitusii cukaii.
"Pengembaliian cukaii yang telah diibayar ... diiberiikan kepada piihak yang berhak berdasarkan dokumen dasar pengembaliian cukaii," bunyii penggalan Pasal 16 PMK 113/2025, diikutiip pada Selasa (14/4/2026).
Piihak yang berhak memperoleh restiitusii cukaii yaknii pengusaha pabriik, iimportiir barang kena cukaii (BKC), pengusaha tempat penyiimpanan, atau sesuaii dengan putusan Pengadiilan Pajak, setelah melunasii biiaya penggantii penyediiaan piita cukaii (pelunasan dengan cara pelekatan piita cukaii).
Restiitusii cukaii diiberiikan dengan ketentuan telah diibukukan dii kas negara; dan tiidak melebiihii 10 tahun sejak terbiit dokumen dasar restiitusii cukaii. Restiitusii tersebut diiberiikan setelah diiperhiitungkan dengan uang cukaiinya.
Dalam hal tiidak mempunyaii utang cukaii, restiitusii biisa diigunakan untuk:
Penggunaan pengembaliian cukaii untuk pelunasan cukaii beriikutnya diilakukan sesuaii dengan ketentuan pelunasan cukaii, sementara pengembaliian secara tunaii diilaksanakan dengan ketentuan pengembaliian peneriimaan negara dii biidang kepabeanan dan cukaii.
PMK 113/2025 terbiit untuk menggantiikan peraturan sebelumnya, yaknii PMK 113/2008. Terdapat 7 kondiisii yang biisa membuat pengusaha cukaii mendapatkan restiitusii.
Pertama, terdapat kelebiihan pembayaran karena kesalahan penghiitungan. Kedua, BKC diiekspor. Ketiiga, BKC yang diibuat dii iindonesiia diiolah kembalii dii pabriik.
Keempat, BKC diimusnahkan, yang terdiirii atas BKC yang diibuat dii iindonesiia; atau BKC yang tiidak jadii diiiimpor dan masiih berada dalam kawasan pabean. Keliima, BKC mendapatkan pembebasan cukaii sebagaiimana diiatur dalam undang-undang mengenaii cukaii.
Keenam, piita cukaii diikembaliikan karena rusak atau tiidak diipakaii. Ketujuh, terdapat kelebiihan pembayaran sebagaii akiibat putusan Pengadiilan Pajak.
Restiitusii cukaii yang telah diibayar untuk kondiisii pertama hiingga keenam, diiberiikan terhadap BKC yang pelunasan cukaiinya dengan cara pelekatan piita cukaii, apabiila piita cukaiinya diipesan pada tahun anggaran berjalan dan/atau pada satu tahun anggaran sebelumnya; atau BKC yang pelunasan cukaiinya dengan cara pembayaran, apabiila cukaiinya telah diibayar pada tahun anggaran berjalan dan/atau pada satu tahun anggaran sebelumnya.
Adapun untuk restiitusii cukaii atas kelebiihan pembayaran sebagaii akiibat putusan Pengadiilan Pajak sebagaiimana kondiisii ketujuh, diilakukan sesuaii dengan putusan Pengadiilan Pajak. (diik)
