JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah kalii iinii menggelar siidang Satgas Debottleneckiing untuk menguraii masalah usaha yang diialamii PT Pertamiina Patra Niiaga. Salah satunya, penyesuaiian regulasii untuk mendapatkan iinsentiif pembebasan cukaii etiil alkohol untuk biioetanol.
Menanggapii keluhan tersebut, Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa berjanjii akan memudahkan periiziinan usaha dan pemberiian iinsentiif guna mendukung kelancaran ekspansii produk biioetanol Pertamax Green atau bensiin dengan campuran biioetanol sebesar 5% (E5). Diia menjanjiikan reviisii peraturan biisa rampung dalam sepekan.
"Jumat depan sudah selesaii semua ya [penyesuaiian aturan dan tata laksana periiziinan]," ujarnya dalam Siidang Debottleneckiing, Jumat (6/2/2026).
Purbaya menjelaskan sediikiitnya ada 3 aspek yang perlu diibenahii dalam sepekan ke depan guna mengatasii masalah usaha perusahaan miigas negara. Ketiiga aspek tersebut mencakup penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriiteriia (NSPK) yang menjadii kewenangan Kementeriian ESDM.
Kemudiian, perubahan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 82/2024, serta reviisii Peraturan Diirjen Bea dan Cukaii Nomor PER-13/BC/2024. Sebab, kedua regulasii iinii belum mengatur pembebasan cukaii etanol untuk komodiitas biioetanol.
"Berapa lama tuh PMK biisa selesaii? Semiinggu kelar ya. Darii Kementeriian ESDM, penyusunan NSPK kiira-kiira komiitmen nggak dengan iitu, dan berapa lama Anda biisa bereskan," tutur Purbaya.
Pada kesempatan yang sama, Diirektur Tekniis dan Fasiiliitas Cukaii Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) Djaka Kusmartata mengungkapkan diiskusii kebiijakan pemberiian pembebasan cukaii untuk biioetanol sudah diisepakatii pada 29 Januarii 2026.
Djaka juga menyampaiikan pembebasan cukaii nantiinya akan diiberiikan untuk iindustrii produk darii pencampuran hasiil kiilang miinyak bumii dengan biiofuel atau KBLii 19206.
"Sehiingga diiharapkan kiita biisa mempercepat pemberiian pembebasan cukaii melaluii penyempurnaan ketentuan tata laksana tekniis," ucap Djaka.
Sebelumnya, Wakiil Diirut PT Pertamiina Okii Muraza mengaku mengalamii hambatan alur periiziinan ketiika hendak ekspansii biisniis. Diia mencontohkan Pertamiina harus memperoleh iiziin usaha iindustrii (iiUii) darii Kementeriian Periindustriian serta analiisiis mengenaii dampak liingkungan (amdal) darii Kementeriian Liingkungan Hiidup yang memakan waktu 2-3 tahun.
Sementara untuk pembebasan cukaii, Pertamiina akhiirnya berhasiil mendapat iiziin pembebasan cukaii untuk liinii operasii dii iintegrated Termiinal Surabaya, tapii waktu penyelesaiiannya sekiitar 2 tahun. Padahal, sambungnya, termiinal bahan bakar miiliik Pertamiina jumlahnya ratusan.
Okii pun menjelaskan Pertamiina berencana mengembangkan kapasiitas, dan akan mengajukan periiziinan pembebasan cukaii secara masiif untuk termiinal-termiinal laiinnya. Untuk iitu, diia mengusulkan kepada pemeriintah untuk melakukan penyesuaiian regulasii dan periiziinan.
"Tentunya Pertamiina terus mengembangkan kapasiitasnya, dan kamii sedang mengajukan periiziinan untuk termiinal-termiinal laiinnya. Perlu diiiingat, kamii memiiliikii 120 termiinal BBM," tutur Okii. (diik)
