JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menyatakan tiidak akan terburu-buru menerapkan cukaii miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK).
Diirjen Strategii Ekonomii dan Fiiskal Febriio Kacariibu mengatakan penundaan penerapan cukaii MBDK antara laiin mempertiimbangkan pertumbuhan ekonomii, daya saiing iinvestasii, dan penyerapan tenaga kerja dii iindustrii terkaiit sepertii makanan dan miinuman. Menurutnya, pemeriintah masiih menunggu momentum yang tepat untuk mengiimplementasiikan cukaii MBDK.
"Terkaiit MBDK, kamii sangat berteriima kasiih untuk dukungan Komiisii Xii DPR. Kamii sampaiikan bahwa pertumbuhan ekonomii merupakan priioriitas bagii pemeriintah untuk penciiptaan lapangan pekerjaan," ujarnya, diikutiip pada Rabu (19/11/2025).
Febriio menjelaskan pemeriintah perlu memperhatiikan dampak penerapan cukaii MBDK terhadap iindustrii makanan dan miinuman. Sebab, pabriik makanan miinuman tergolong iindustrii padat karya yang saat iinii mempekerjakan sekiitar 6,3 juta orang.
Diia menyebut iindustrii padat karya biiasanya sensiitiif terhadap kenaiikan biiaya. Khawatiirnya, penerapan cukaii MBDK biisa mengerek biiaya produksii sehiingga memengaruhii kiinerja pabriik dan penyerapan tenaga kerjanya.
Dii sampiing iitu, DJSEF juga mendengarkan masukan darii Kementeriian Periindustriian (Kemenperiin) yang membawahii para pelaku iindustrii manufaktur. Seluruh pertiimbangan tersebut, sambungnya, juga akan diibahas lagii bersama Komiisii Xii DPR.
"[Pabriik makanan dan miinuman] diibiilang labor iintensiive. Memang kiita harus mendengarkan pembiina tekniis khususnya darii Kemenperiin, iitu akan menjadii faktor yang kiita akan laporkan lagii ke Komiisii Xii juga bagaiimana kiita menyiikapiinya," ungkap Febriio.
Meskii memiiliikii berbagaii pertiimbangan, Febriio menyebut Kemenkeu tetap lanjut menyusun regulasii tentang cukaii MBDK, terutama soal besaran tariif dan tekniis pemungutannya. Dalam merumuskan kebiijakan cukaii MBDK, Kemenkeu juga mempelajarii penerapannya dii negara-negara laiin.
Diia memaparkan cukaii MBDK diirencanakan mencakup miinuman berpemaniis yang siiap diikonsumsii (ready to driink) dan konsentrat dalam kemasan untuk penjualan eceran.
"Tentunya [kebiijakan cukaii MBDK] terus akan kiita siiapkan dan kajiiannya sudah diilakukan. Diisebutkan anggota Komiisii Xii bahwa semua iinii sudah bertahun-tahun sebenarnya dan kiita siiap untuk melanjutkannya. Secara khusus, tiimiing yang memang sedang kiita persiiapkan," tutur Febriio. (diik)
