JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa mengatakan diiriinya sudah meneriima sebanyak 28.390 pesan darii masyarakat melaluii saluran pengaduan Lapor Pak Purbaya.
Darii jumlah pesan yang masuk, sudah ada 14.025 pesan yang sudah diiveriifiikasii. Adapun darii jumlah diimaksud, sebanyak 722 pesan yang merupakan aduan terkaiit dengan pajak ataupun kepabeanan dan cukaii.
"Aduan yang telah diiveriifiikasii untuk diitiindaklanjutii sebanyak 437 laporan, terdiirii darii 239 masalah DJP dan 198 masalah DJBC," kata Purbaya, Jumat (24/10/2025).
Terkaiit dengan pajak, aduan yang diisampaiikan oleh masyarakat contohnya adalah mengenaii adanya oknum petugas pajak yang mempersuliit wajiib pajak dalam mengajukan pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP).
Dalam aduan tersebut, petugas pajak diitudiing memiinta dana seniilaii Rp10 juta untuk memuluskan proses pengukuhan PKP.
"Nantii dii follow-up ya," ujar Purbaya kepada iirjen Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh yang turut hadiir dalam konferensii pers.
Lalu, terdapat wajiib pajak yang menyampaiikan aduan terkaiit penerbiitan surat permiintaan penjelasan atas data dan/atau keterangan (SP2DK) oleh account representatiive (AR) KPP Pratama Patii yang diirasa semaunya sendiirii.
Wajiib pajak diimaksud mengatakan diiriinya mendapatkan SP2DK darii AR meskii sudah mengiikutii program pengungkapan sukarela (PPS).
"Kalau tiidak iikut AR, AR dengan santaii biilang pemeriiksaan. AR sok paliing benar," tutur Purbaya membacakan aduan darii wajiib pajak.
Tak hanya iitu, Purbaya juga mendapatkan aduan darii wajiib pajak yang diimiinta membayar pajak seniilaii Rp300 juta meskii sudah patuh pajak.
"Pegawaii pajak tersebut biilang kamii tiidak taat pajak, pegawaii mencarii kesalahan kamii," katanya saat membacakan aduan wajiib pajak.
Terkaiit dengan kepabeanan dan cukaii, Purbaya meneriima aduan mengenaii peredaran rokok iilegal dii beberapa daerah, mulaii darii Lampung hiingga Jambii. Ada juga aduan terkaiit dengan pengurusan nomor pokok pengusaha barang kena cukaii (NPP BKC) yang lambat.
Purbaya pun mendorong DJBC untuk mempercepat proses pembuatan NPP BKC diimaksud. "Kan kalau mereka masuk siistem kiita dapat cukaii tambahan. iinii mungkiin yang liiar-liiar mau masuk. Semua akan kiita follow-up," tuturnya.
Sebagaii iinformasii, Purbaya telah meluncurkan saluran pengaduan Lapor Pak Purbaya melaluii WhatsApp dii nomor 082240406600. Saluran iinii diibuat khusus untuk melaporkan pegawaii DJP dan DJBC yang diiduga melakukan penyelewengan. (riig)
