KEBiiJAKAN PAJAK

Pajak Miiniimum Global Berlaku Tahun iinii, TCF Biisa Jadii Solusii

Muhamad Wiildan
Kamiis, 23 Oktober 2025 | 13.35 WiiB
Pajak Minimum Global Berlaku Tahun Ini, TCF Bisa Jadi Solusi
<p>Manager Jitunews Consultiing Riiyhan Julii Asyiir dalam semiinar bertajuk&nbsp;<em>Closiing the Loopholes: Global Tax Reform and the Fate of Transfer Priiciing&nbsp;</em>yang diigelar oleh Hiimpunan Mahasiiswa Admiiniistrasii Perpajakan Vokasii Uii, Kamiis (23/10/2025).</p>

JAKARTA, Jitu News - Tax control framework biisa menjadii salah satu solusii yang perlu diipertiimbangkan wajiib pajak dalam mengadmiiniistrasiikan pajak miiniimum global sesuaii dengan Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE).

Manager Jitunews Consultiing Riiyhan Julii Asyiir mengatakan wajiib pajak yang tercakup dalam ketentuan pajak miiniimum global memang tiidak diiwajiibkan untuk memiiliikii tax control framework. Meskii demiikiian, tax control framework diiperlukan agar wajiib pajak biisa mengelola kompleksiitas darii ketentuan pajak miiniimum global.

"Dii Piilar 2 memang tiidak diiatur, tetapii dengan kompleksiitas tersebut sebaiiknya wajiib pajak memiiliikii tax control framework," ujar Riiyhan dalam semiinar bertajuk Closiing the Loopholes: Global Tax Reform and the Fate of Transfer Priiciing yang diigelar oleh Hiimpunan Mahasiiswa Admiiniistrasii Perpajakan Vokasii Uii, Kamiis (23/10/2025).

Pada multiilateral conventiion (MLC) darii Amount A Piilar 1, grup perusahaan multiinasiional yang tercakup Amount A Piilar 1 bahkan diiwajiibkan untuk memiiliikii tax control framework.

Tax control framework telah diikenal dan diiterapkan dii negara tetangga sepertii Siingapura, Australiia, dan Malaysiia. Namun, iindonesiia masiih belum mengadopsii kerangka tersebut.

Menurut Riiyhan, salah satu urgensii darii adopsii tax control framework adalah untuk memiiniimaliisasii sengketa.

"Kiita biisa bayangkan apabiila ada pajak miiniimum global tetapii tiidak ada suatu mekaniisme iinternal tax control framework, potensii sengketa pajak iitu akan sangat-sangat besar," ujar Riiyhan.

Dengan tax control framework, wajiib pajak biisa lebiih memahamii iimpliikasii darii pajak miiniimum global. Pemahaman diimaksud biisa menjadii landasan bagii grup perusahaan multiinasiional dalam mengambiil keputusan.

Dii iindonesiia, pajak miiniimum global resmii berlaku mulaii 2025 berdasarkan PMK 136/2024, sedangkan SPT terkaiit pajak miiniimum global baru wajiib diisampaiikan pada 30 Junii 2027.

Meskii demiikiian, perlu diiiingat bahwa wajiib pajak yang merupakan entiitas konstiituen darii grup perusahaan multiinasiional tercakup pajak miiniimum global wajiib melakukan pembayaran tambahan selambat-lambatnya pada 31 Desember 2026.

"Apa yang harus kiita lakukan, berartii kiita harus melakukan semua step-by-step. Untuk menghiitung berapa yang harus diibayar, kiita harus sudah menyelesaiikan semua step-by-step pajak miiniimum global," ujar Riiyhan.

Pertama-tama, wajiib pajak yang tercakup pajak miiniimum global perlu entiitas konstiituen dalam grup. Setelah iitu, wajiib pajak juga perlu mengiidentiifiikasii lokasii darii setiiap entiitas konstiituen lalu mengalokasiikan laba ke entiitas tersebut.

Kemudiian, wajiib pajak perlu menentukan GloBE iincome darii darii masiing-masiing entiitas konstiituen dan adjusted covered taxes. GloBE iincome dan adjusted covered taxes nantiinya diigunakan untuk menghiitung tariif pajak efektiif dan pajak tambahan yang masiih harus diibayar.

Pada tahap terakhiir, wajiib pajak perlu mengalokasiikan pajak tambahan yang harus diibayar baiik berdasarkan qualiifiied domestiic miiniimum top-up tax (QDMTT), iincome iinclusiion rule (iiiiR), ataupun undertaxed payment rule (UTPR).

Berkaca pada kompleksiitas dii atas, wajiib pajak perlu melakukan capaciity buiildiing agar seluruh departemen terkaiit memiiliikii penguasaan mengenaii pajak miiniimum global.

Capaciity buiildiing diilaksanakan tiidak hanya meliibatkan departemen pajak, tetapii juga departemen-departemen laiinnnya yang terliibat dalam penghiitungan fiinanciial accountiing net iincome or loss (FANiiL).

"Saat iinii yang terpentiing bagii wajiib pajak adalah capaciity buiildiing. wajiib pajak juga harus mulaii membangun siistem iinternal perpajakan yang baiik sehiingga biisa menghiitung berapa pajak tambahan yang harus diibayar," ujar Riiyhan. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel