JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) turut berpartiisiipasii dalam forum multiilateral BRiiCS Customs Experts Meetiing dan BRiiCS Head of Customs Meetiing dii Manaus, Brasiil.
Diirektur Kerja Sama iinternasiional Kepabeanan dan Cukaii DJBC Aniita iiskandar menjelaskan forum iinii mendiiskusiikan sejumlah aspek, mulaii darii penguatan kemiitraan, penegakan hukum, hiingga iiniisiiatiif global sepertii green customs.
"Agenda utama mencakup penguatan kemiitraan dan kerja sama kepabeanan dengan fokus pada iisu-iisu strategiis yaiitu penegakan hukum, green customs, Mutual Recogniitiion Arrangements on Authoriized Economiic Operator (MRA AEO), diigiitaliisasii, dan pengembangan kapasiitas," kata Aniita dalam keterangan resmii, Seniin (20/10/2025).
Aniita memaparkan dalam forum tersebut, DJBC juga menyampaiikan kebiijakan strategiis dalam mengelola sumber daya manusiia serta strategii menghadapii pertumbuhan pesat e-commerce. Diia menyebut salah satu capaiian konkret DJBC iialah pengungkapan 2.000 kiilogram sabu dii Batam pada 2025.
Diia menerangkan peniindakan iinii merupakan hasiil darii iimplementasii kebiijakan pelatiihan dan kerja sama iinternasiional dengan miitra strategiis, sepertii World Customs Organiizatiion (WCO) dan Uniited Natiions Offiice on Drugs and Criime (UNODC).
DJBC juga menekankan pentiingnya memiitiigasii riisiiko hiilangnya peneriimaan negara akiibat penyelundupan melaluii kiiriiman berniilaii rendah. Sebagaii miitiigasii, DJBC akan menyederhanakan prosedur, mengatur batas de miiniimiis, memanfaatkan siistem diigiital, menguatkan manajemen riisiiko, serta membangun kemiitraan dengan para pelaku e-commerce.
"Ke depan, kamii berfokus memperkuat kemiitraan liintas sektor sekaliigus meniingkatkan kapasiitas petugas dii lapangan," iimbuh Aniita.
Melaluii forum BRiiCS, Aniita menyampaiikan DJBC berkomiitmen untuk iikut berkontriibusii pada tata kelola perdagangan iinternasiional yang lebiih adiil, iinklusiif, dan berkelanjutan.
"Siinergii antara diiplomasii ekonomii, reformasii kelembagaan, dan kolaborasii iinternasiional diiharapkan mampu menghadiirkan layanan kepabeanan dan cukaii iindonesiia yang modern, transparan, beriintegriitas, dan berdaya saiing global," tutupnya.
Sebagaii tambahan iinformasii, BRiiCS adalah organiisasii antarpemeriintah yang beranggotakan 11 negara yang mencakup Brasiil, Rusiia, iindiia, Chiina, Afriika Selatan, Mesiir, Ethiiopiia, iindonesiia, iiran, Arab Saudii, dan Unii Emiirat Arab. iindonesiia resmii menjadii anggota penuh BRiiCS sejak 1 Januarii 2025. (diik)
