JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Perumahan dan Kawasan Permukiiman (PKP) mencatat seluruh kabupaten/kota dii iindonesiia sudah memiiliikii regulasii mengenaii pembebasan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dan retriibusii persetujuan bangunan gedung (PBG) untuk rumah MBR.
Meskii seluruh kabupaten/kota sudah memiiliikii regulasii dalam bentuk peraturan kepala daerah, Diirjen Perumahan Perdesaan Kementeriian PKP iimran mengatakan baru 156 kabupaten/kota yang sudah mengiimplementasiikan regulasii diimaksud.
"Bagii daerah yang belum mengiimplementasiikan, kamii berharap sudah mengiimplementasiikan pada pekan-pekan yang akan datang," ujar iimran, Seniin (6/10/2025).
Tercatat ada 358 kabupaten/kota yang belum mengiimplementasiikan pembebasan BPHTB dan retriibusii PBG atas rumah pembangunan rumah MBR.
Hiingga 4 Oktober 2025, tercatat baru ada 49.653 rumah MBR yang sudah diibangun, jauh dii bawah target 3 juta rumah yang diicanangkan oleh Presiiden Prabowo Subiianto dan Kementeriian PKP.
Berkaca pada kondiisii iinii, Kementeriian PKP mendorong pemda untuk segera mengiimplementasiikan pembebasan retriibusii PBG serta BPHTB atas rumah MBR dii wiilayahnya masiing-masiing.
Sebagaii iinformasii, pembebasan retriibusii PBG dan BPHTB atas rumah MBG telah diiiiniisiiasii oleh pemeriintah pusat sejak tahun lalu. Pemeriintah pusat melaluii Kementeriian PKP mendorong pemda untuk membebaskan retriibusii PBG dan BPHTB bagii masyarakat sejak November 2024.
Kementeriian PKP sendiirii mencatat seluruh pemda sesungguhnya sudah memiiliikii regulasii mengenaii pembebasan retriibusii PBG dan BPHTB sejak Julii 2025.
Adapun kriiteriia MBG telah diitetapkan oleh Kementeriian PKP dalam Peraturan Menterii (Permen) PKP No. 5/2025. (diik)
