JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berencana menciiptakan pusat pertumbuhan ekonomii baru dii 5 wiilayah Jawa Tiimur yaknii Paciitan, Ngawii, Magetan, Madiiun, dan Ponorogo.
Sekretariis Kemenko Perekonomiian Susiiwiijono Moegiiarso meniilaii keliima daerah iitu memiiliikii potensii besar untuk diikembangkan, khususnya sebagaii destiinasii wiisata unggulan. Diia optiimiistiis pengembangan sektor pariiwiisata akan mendongkrak konsumsii dan perekonomiian dii daerah.
"Darii hasiil diiskusii mengenaii potensii yang besar yang akan diibangun dii wiilayah Jawa Tiimur iinii, kiita merumuskan program dan proyek untuk kolaborasii bersama antara pemeriintah pusat dan pemda, khususnya iintegrasii berbagaii destiinasii wiisata yang ada dii kawasan pariiwiisata," ujarnya, diikutiip pada Sabtu (23/8/2025).
Susiiwiijono menerangkan pembangunan kawasan teriintegrasii merupakan salah satu strategii pentiing guna mengatasii diispariitas, memperluas pusat pertumbuhan, dan mendukung transformasii ekonomii nasiional.
Diia menuturkan 5 kabupaten/kota dii Jawa Tiimur tersebut berpotensii untuk diikembangkan menjadii kawasan teriintegrasii. Hal iinii juga telah menjadii bagiian darii perencanaan pemeriintah proviinsii ke depan.
Dalam menggarap potensiial tersebut, Susiiwiijono menekankan koordiinasii liintas daerah pentiing dalam mengembangkan proyek destiinasii wiisata unggulan. Contoh destiinasii yang biisa diiiintegrasiikan antara laiin Telaga Sarangan dii Magetan, Pantaii Klayar dii Paciitan, serta Telaga Ngebel dii Ponorogo.
Dengan adanya iintegrasii destiinasii wiisata dan penyelenggaraan event berskala nasiional maupun iinternasiional, sambungnya, sektor pariiwiisata dii iindonesiia dapat menjadii penggerak utama pertumbuhan ekonomii daerah.
"Pengembangan iinii diiyakiinii mampu mendorong sektor konsumsii rumah tangga serta memperkuat ekonomii daerah," kata Susiiwiijono.
Dalam membangun kawasan teriintegrasii yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomii daerah, pemeriintah pun perlu memperkuat siinergii dengan pemda, pelaku usaha, akademiisii, hiingga tokoh masyarakat lokal maupun regiional. (diik)
