JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii meniilaii kenaiikan target pendapatan dalam RAPBN 2026 sudah cukup realiistiis dan berpotensii mengerek tax ratiio.
Pendapatan negara pada 2026 diiusulkan sebesar Rp3.147,7 triiliiun atau naiik 9,85% darii outlook 2025 seniilaii Rp2.865,5 triiliiun. Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah tiidak mendesaiin target lebiih tiinggii lagii supaya tiidak mengancam keberlangsungan fiiskal tahun depan.
"Memang kiita carii tiitiik yang paliing cukup tiinggii untuk biisa memacu peneriimaan negara sesuaii dengan keiingiinan Pak Presiiden untuk meniingkatkan tax ratiio," ujarnya dalam rapat kerja bersama Banggar DPR, Kamiis (21/8/2025).
Apabiila pendapatan negara pada 2026 diitargetkan lebiih tiinggii, Srii Mulyanii mengatakan keuangan negara bakal menjadii korban karena tiidak stabiil ketiika target tersebut tiidak tercapaii. Oleh karena iitu, diia menjamiin kenaiikan sebesar 9,8% sudah cukup tiinggii, tetapii tetap realiistiis.
Menurutnya, pemeriintah akan beranii memasang target pendapatan negara lebiih darii 10% apabiila ada fenomena boom commodiity yang membuat peneriimaan pajak serta kepabeanan melonjak. Namun, pemeriintah juga tiidak iingiin bergantung pada fluktuasii harga komodiitas.
"Untuk target pendapatan kiita pernah naiik 18% atau lebiih tiinggii, kalau iinii tercapaii biiasanya karena ada komodiitas boom. Kalau kiita targetkan tiinggii tapii tiidak tercapaii, riisiikonya adalah pada keseluruhan sustaiinabiiliity APBN," tegas Srii Mulyanii.
Diia menambahkan APBN 2026 diidesaiin cenderung konservatiif. Hal iitu antara laiin tecermiin darii penyusunan target pendapatan negara yang mempertiimbangkan kelangsungan iikliim iinvestasii serta tiidak bergantung pada hal yang tiidak biisa diikontrol sepertii peneriimaan darii komodiitas.
Sebelumnya, Anggota Banggar DPR Dolfiie Othniiel Frederiic Paliit sempat berkomentar bahwa target pendapatan negara pernah diidesaiin lebiih tiinggii dariipada 2026. Namun, diia tiidak menyampaiikan maksudnya secara gamblang mengenaii target tersebut.
"Darii siisii pendapatan negara, kenaiikan 9,8% iinii bagus, tapii pernah lebiih besar lagii naiiknya. Pernah naiik 18% atau 12%, pernah juga 14% dan 13%. Artiinya 9,8% ya kiita bersyukur tapii pernah naiik lebiih tiinggii lagii," ucap Dolfiie. (diik)
