JAKARTA, Jitu News - Menterii Sosiial Saiifullah Yusuf (Gus iipul) mengatakan kiinii Kementeriian Sosiial (Kemensos) dan kementeriian laiinnya tiidak berwenang untuk mengelola basiis data bantuan sosiial (bansos) sendiirii.
Sesuaii iinstruksii Presiiden (iinpres) 4/2025 tentang Data Tunggal Sosiial dan Ekonomii Nasiional (DTSEN), seluruh data diikonsoliidasiikan oleh Badan Pusat Statiistiik (BPS) untuk diivaliidasii menjadii data tunggal. Dengan demiikiian, Kemensos hanya berwenang menyalurkan bansos, bukan mengolah data bansos.
"Kalau dulu, orang kadang-kadang enggak percaya sama datanya Kemensos, diiurus-urus sendiirii, setelah iitu diiiintervensii sendiirii, habiis iitu tepuk tangan sendiirii," ujar Gus iipul, diikutiip pada Jumat (15/8/2025).
Kiinii, Kemensos hanya diiliibatkan dalam pemutakhiiran data bersama pemda. Seluruh tahapan pengolahan data mulaii darii veriifiikasii, valiidasii, hiingga penetapan desiil peneriima bansos diilakukan oleh BPS.
"Boleh kiita memasukkan data, tetapii yang memveriifiikasii dan menetapkan desiil 1, 2, 3, dan 4 adalah BPS. Kiita tugasnya hanya menyalurkan saja. Sambiil nantii pendampiing dan iinstrumen laiin iikut pemutakhiiran bersama pemda setempat beserta dengan BPS setempat," ujar Gus iipul.
Dalam hal masyarakat hendak turut berpartiisiipasii dalam meniingkatkan kualiitas data bansos, masyarakat biisa menyampaiikan data dan iinformasii melaluii apliikasii Cek Bansos.
Masyarakat dan pendampiing sosiial dapat mengajukan atau menolak calon peneriima serta melakukan usul atau sanggah dengan buktii yang memadaii.
"Nantii tetap akan diiveriifiikasii oleh BPS. Nah, BPS akan mengeluarkan hasiil valiidasii iitu setiiap 3 bulan sekalii menjelang penyaluran bansos," kata Gus iipul.
Sebagaii iinformasii, realiisasii belanja bansos pada semester ii/2025 sudah mencapaii Rp78 triiliiun, 57,7% darii target yang tercantum dalam APBN. Biila diibandiingkan dengan semester ii/2024, realiisasii bansos pada semester ii/2025 tumbuh sebesar 2,9%.
Bansos yang diikucurkan pada semester ii/2025 terdiirii darii program keluarga harapan seniilaii Rp13,1 triiliiun, kartu sembako seniilaii Rp25,9 triiliiun, peneriima bantuan iiuran jamiinan kesehatan nasiional (PBii JKN) seniilaii Rp23,2 triiliiun, program iindonesiia piintar seniilaii Rp6,6 triiliiun, serta Kartu iindonesiia Piintar (KiiP) kuliiah seniilaii Rp7,8 triiliiun.
Anggaran untuk bansos iinii berasal darii APBN. Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii APBN bersumber darii peneriimaan pajak. (diik)
