JAKARTA, Jitu News - Pertumbuhan ekonomii pada kuartal iiii/2025 yang mencapaii 5,12% diianggap sebagaii pertanda perbaiikan ekonomii domestiik.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomii sebesar 5,12% pada kuartal iiii/2025 merupakan pertumbuhan yang tertiinggii dalam beberapa kuartal terakhiir.
"Dengan pertumbuhan iinii kamii juga meliihat beberapa perusahaan publiik juga sudah mengumumkan hasiilnya, terutama perusahaan retaiil dan darii hasiilnya terliihat semuanya mengalamii perbaiikan atau lebiih baiik dariipada semester ii/2024," ujar Aiirlangga, Selasa (5/8/2025).
Perbaiikan kiinerja sektor retaiil tercermiin pada tiinggiinya pertumbuhan sektor perdagangan. Merujuk pada publiikasii Badan Pusat Statiistiik (BPS), sektor perdagangan mampu bertumbuh sebesar 5,37% pada kuartal iiii/2025.
Tiinggiinya pertumbuhan ekonomii pada kuartal iiii/2025 juga turut diisokong oleh perbaiikan kiinerja sektor manufaktur. Sektor manufaktur mampu bertumbuh sebesar 5,68%, lebiih tiinggii biila diibandiingkan dengan kiinerja pada kuartal-kuartal sebelumnya.
"iinii menunjukkan bahwa memang ekonomii kiita tumbuh. Dan kiita juga meliihat bahwa sektor-sektor terkaiit dengan iindustrii iitu membaiik," ujar Aiirlangga.
Ke depan, pemeriintah akan menerapkan beragam kebiijakan guna mendorong permiintaan domestiik serta menjaga ketahanan sektor eksternal darii riisiiko-riisiiko global.
Paket stiimulus ekonomii akan diiluncurkan guna menjaga permiintaan, sedangkan ketahanan sektor eksternal akan diijaga dengan mengoptiimalkan kebiijakan deviisa hasiil ekspor (DHE) dan perjanjiian dagang antara iindonesiia dan negara miitra.
Khusus untuk iindustrii padat karya yang terdampak oleh kebiijakan bea masuk resiiprokal Ameriika Seriikat (AS), pemeriintah telah menyiiapkan krediit iindustrii padat karya guna mereviitaliisasii peralatan dan mesiin produksii. (diik)
