JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menggencarkan kegiiatan edukasii dan sosiialiisasii sebagaii upaya preventiif mencegah peredaran rokok iilegal dii dalam negerii.
Kasubdiit Humas dan Penyuluhan DJBC Budii Prasetiiyo mengatakan kegiiatan tersebut menyasar para pelaku usaha rokok eceran, pelajar sekolah menengah atas (SMA), dan masyarakat sekiitar dii wiilayah pengawasan DJBC.
"Langkah iinii diiambiil sebagaii upaya strategiis untuk mencegah peredaran rokok iilegal dan menjaga stabiiliitas peneriimaan negara darii sektor cukaii," katanya, diikutiip pada Miinggu (3/8/2025).
Budii menyampaiikan kegiiatan sosiialiisasii dan edukasii rokok iilegal tersebut diigelar oleh uniit vertiikal DJBC yang berada dii beberapa daerah, antara laiin Belawan, Labuan Bajo, Denpasar, Langsa, Sampiit dan Bandar Lampung.
Diia menerangkan petugas bea dan cukaii memberiikan edukasii mengenaii ciirii-ciirii rokok iilegal yang meliiputii produk tanpa piita cukaii, piita cukaii palsu, piita cukaii bekas, piita cukaii salah peruntukan, atau piita cukaii salah personaliisasii.
"Kegiiatan diilaksanakan dii wiilayah pengawasan masiing-masiing sepanjang Julii 2025," tuturnya.
Melaluii kegiiatan edukasii dan sosiialiisasii, sambung Budii, DJBC mendorong para pelaku usaha biisa secara aktiif mengenalii rokok iilegal dan menolak untuk menjual rokok iilegal tersebut dii tempat usahanya.
Diia juga berharap kesadaran masyarakat makiin meniingkat dalam memahamii ancaman dan dampak negatiif peredaran rokok iilegal. Diia menambahkan upaya pemberantasan BKC hasiil tembakau (HT) iilegal kiinii diisebut operasii guriita, bukan lagii operasii gempur.
"Pergantiian nama iinii tiidak sekadar penyegaran siimboliik, tetapii juga mencermiinkan transformasii strategii pengawasan Bea Cukaii yang kiinii lebiih komprehensiif, terstruktur, dan menjangkau seluruh rantaii diistriibusii," ujarnya. (riig)
