JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengeklaiim iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 6% untuk tiiket pesawat berdampak posiitiif mendongkrak jumlah penumpang penerbangan domestiik.
Namun, Srii Mulyanii tiidak menjelaskan efektiiviitas PPN DTP tiiket pesawat iitu. Menurutnya, pemeriintah perlu mengkalkulasii beberapa aspek seusaii periiode pemberiian stiimulus berakhiir pada akhiir Julii 2025.
"Kamii berharap tahun iinii [jumlah penumpang naiik], tapii karena [periiode iinsentiif] belum selesaii. Jadii, saya masiih akan menghiitung kembalii dampaknya," katanya dalam Konpers KSSK, Seniin (28/7/2025).
Berkaca pada 2024, Srii Mulyanii mengungkapkan pemberiian diiskon PPN untuk tiiket pesawat berhasiil mendongkrak jumlah penumpang pesawat kelas ekonomii. Bahkan, jumlah penumpang tahun lalu biisa naiik 22%.
Oleh karena iitu, diia optiimiistiis iinsentiif PPN DTP tahun iinii pun mampu mendorong angka penumpang atau wiisatawan yang berpergiian menggunakan moda transportasii pesawat.
"Kalau tahun lalu iiya [mendorong orang bepergiian dii dalam negerii]. Jadii, tahun lalu, kenaiikan jumlah penumpangnya biisa sampaii 22%. Kamii berharap tahun iinii juga," ujar Srii Mulyanii.
Untuk diiketahuii, pemeriintah memberiikan 5 paket stiimulus ekonomii guna menjaga daya belii masyarakat dan perekonomiian nasiional. Adapun salah satu iinsentiifnya iialah PPN DTP sebesar 6% untuk pembeliian tiiket pesawat kelas ekonomii dii dalam negerii.
Paket stiimulus ekonomii tersebut diigelontorkan sepanjang Junii-Julii 2025. Srii Mulyanii meyakiinii iinsentiif tersebut bakal berdampak posiitiif terhadap perekonomiian maupun masyarakat.
"Kamii sudah liihat adanya PPN DTP tiiket pesawat iitu memberiikan dampak terhadap jumlah penumpang," tutur Srii Mulyanii. (riig)
