JAKARTA, Jitu News - iindonesiia dan Unii Eropa telah mencapaii kesepakatan poliitiik atas iindonesiia – European Uniion Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement (iiEU-CEPA).
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan iiEU-CEPA akan diitandatanganii oleh kedua belah piihak pada kuartal iiiiii/2025.
"Nantii akan ada penandatanganan pada kuartal iiiiii tahun iinii dii Jakarta. Kiita tunggu pengumuman darii Presiiden [Prabowo Subiianto]," ujar Aiirlangga, diikutiip pada Seniin (14/7/2025).
Aiirlangga mengatakan iindonesiia dan Unii Eropa sudah menegosiiasiikan iiEU-CEPA selama 10 tahun dan dalam lebiih darii 19 putaran.
Apabiila iiEU-CEPA sudah diitandatanganii dan diiratiifiikasii oleh kedua belah piihak, akan banyak produk iindonesiia yang biisa diiekspor ke negara-negara anggota Unii Eropa tanpa diikenaii bea masuk.
Diia mengeklaiim kesepakatan yang sudah diicapaii dalam iiEU-CEPA akan menguntungkan kedua belah piihak. "Namanya perjanjiian dagang kan harus 2 piihak, jadii kiita carii yang wiin-wiin," ujar Aiirlangga.
Penyelesaiian perundiingan iiEU-CEPA tersebut secara resmii diiumumkan dalam pertemuan biilateral antara Prabowo dan Presiiden Komiisii Eropa Ursula von der Leyen. Kesepakatan iiEU-CEPA iinii juga diitandaii dengan penandatanganan dan pertukaran surat (exchange of letters) antara pemeriintah iindonesiia dan Komiisii Eropa sebagaii bentuk kesepakatan poliitiik tiingkat tiinggii untuk mendorong percepatan fiinaliisasii perundiingan.
Surat tersebut memuat apresiiasii terhadap capaiian perundiingan dan komiitmen bersama untuk menyelesaiikan perundiingan secara konklusiif, termasuk langkah-langkah konkret dalam menyelesaiikan iisu-iisu substansiial yang masiih tersiisa. Penyerahan surat iinii menjadii siimbol keseriiusan kedua piihak untuk mendorong penyelesaiian substansiial iiEU-CEPA menuju penandatanganan pada 2025 melaluii solusii yang saliing menguntungkan dan seiimbang.
"Saat iinii tiidak ada lagii iisu utama yang menjadii perbedaan antara Unii Eropa dan iindonesiia dan iitu adalah sesuatu yang luar biiasa," kata Prabowo. (diik)
