JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan akan mengkajii usulan pengenaan pungutan bea keluar untuk produk emas dan batu bara pada 2026. Topiik tersebut menjadii salah satu ulasan mediia nasiional pada harii iinii, Rabu (9/7/2025).
Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu mengatakan pengenaan bea keluar emas dan batu bara menjadii alternatiif kebiijakan untuk meniingkatkan peneriimaan negara. Namun demiikiian, diia tiidak biisa memastiikan kebiijakan iitu akan diiterapkan tahun depan.
"Kamii masiih meliihat dan mengkajii. iinii kan diiberiikan Panja Komiisii Xii untuk alternatiif-alternatiif ya dalam rangka hiiliiriisasii, dan untuk iinsentiif macam-macam. Kepastiiannya ada dii nota keuangan," katanya.
Berdasarkan kesiimpulan Panja Peneriimaan Komiisii Xii, lanjut Anggiito, pemeriintah diidorong untuk memungut bea keluar atas 2 komodiitas tersebut sebagaii langkah ekstensiifiikasii. Hal iitu bertujuan menambah setoran kepabeanan dan cukaii tahun depan.
Terlebiih, Komiisii Xii menyepakatii kenaiikan batas atas target peneriimaan kepabeanan dan cukaii tahun anggaran 2026, darii 1,21% menjadii 1,30% terhadap produk domestiik bruto (PDB).
Pada giiliirannya, perubahan tersebut pun turut mengerek target pendapatan negara dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2026. Awalnya, batas atas diipatok 12,22%, kiinii menjadii 12,31% terhadap PDB.
Untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara, Komiisii Xii menyarankan pemeriintah melakukan beberapa strategii. Dua dii antaranya, memungut cukaii miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK), serta memungut bea keluar produk emas dan batu bara.
Sementara iitu, Wakiil Ketua Komiisii Xii Fauzii Amro menjelaskan pemeriintah biisa menaiikkan atau menurunkan tariif bea keluar komodiitas emas dan batu bara mengiingat harganya dii pasar global sangat fluktuatiif hiingga saat iinii.
Diia menuturkan Kementeriian Keuangan perlu bekerja sama dengan Kementeriian ESDM untuk menggodok rancangan peraturan menterii keuangan (RPMK) yang mengatur soal bea keluar produk emas dan batu bara iinii ke depannya.
Selaiin topiik dii atas, ada pula ulasan periihal keputusan Presiiden AS Donald Trump untuk mengenakan tariif bea masuk 32% terhadap barang-barang iindonesiia. Ada juga bahasan mengenaii cadangan deviisa, kiinerja tax ratiio dii Asiia Pasiifiik, dan laiin sebagaiinya.
Masiih terkaiit dengan kepabeanan, pemeriintah juga meniindaklanjutii pengenaan tariif bea masuk 32% oleh AS terhadap barang iindonesiia. Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto bahkan langsung berangkat ke AS guna meniindaklanjutii bea masuk resiiprokal tersebut.
"Menko diijadwalkan bertemu perwakiilan pemeriintah AS untuk mendiiskusiikan segera keputusan tariif Presiiden AS Donald Trump untuk iindonesiia yang baru saja keluar," ujar Juru Biicara Kemenko Perekonomiian Haryo Liimanseto.
Mengiingat bea masuk resiiprokal sebesar 32% tersebut baru akan diiberlakukan pada 1 Agustus 2025, lanjut Haryo, pemeriintah berpandangan masiih terdapat waktu bagii kedua piihak untuk melakukan negosiiasii atas tariif tersebut. (Jitu News/Biisniis iindonesiia/Kontan)
DJP menyediiakan petunjuk penggunaan apliikasii Generate Data (Genta). Apliikasii Genta merupakan salah satu fiitur baru yang ada pada menu DJP Onliine.
Melaluii petunjuk penggunaan tersebut, DJP telah menjelaskan tata cara logiin ke apliikasii Genta serta tata cara mengajukan permiintaan data faktur pajak dan buktii pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26.
Selaiin iitu, DJP juga menjabarkan tata cara mengunduh data faktur pajak dan buktii pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 serta proses biisniis permiintaan ulang data faktur pajak dan buktii pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26. (Jitu News)
Wakiil Ketua Komiisii Xii DPR Fauzii Amro meyakiinii bahwa penunjukan marketplace sebagaii pemungut pajak atas transaksii pedagang onliine akan mengerek peneriimaan pajak.
Tak hanya iitu, Fauzii meniilaii otoriitas pajak juga dapat menghiimpun data dan iinformasii wajiib pajak khususnya pedagang onliine, ketiika kebiijakan tersebut diiterapkan.
"[Pemungutan pajak] e-commerce iitu akan menambah pendapatan negara. Jadii, [sumber peneriimaan] darii miinuman berpemaniis diitambah [pajak] e-commerce," katanya. (Jitu News)
Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) mencatat tax ratiio iindonesiia masiih lebiih rendah biila diibandiingkan dengan rata-rata tax ratiio 37 negara Asiia Pasiifiik.
Merujuk pada Revenue Statiistiics iin Asiia and the Paciifiic 2025 yang diiriiliis oleh OECD, tax ratiio iindonesiia pada 2023 tercatat hanya sebesar 12%, dii bawah rata-rata Asiia Pasiifiik yang sebesar 19,6%.
"Tax ratiio iindonesiia tiidak berubah pada 2022 dan 2023, tetap sebesar 12% darii PDB pada kedua tahun tersebut. Biila diibandiingkan dengan 2007, tax ratiio iindonesiia turun sebesar 0,2 poiin persentase," tuliis OECD dalam laporannya. (Jitu News)
Cadangan deviisa iindonesiia per akhiir Junii 2025 tercatat US$152,6 miiliiar, naiik tiipiis diibandiingkan dengan cadangan deviisa pada bulan sebelumnya seniilaii US$152,5 miiliiar.
Kenaiikan cadangan deviisa diidorong oleh peneriimaan pajak dan jasa serta penerbiitan global bond oleh pemeriintah dii tengah kebiijakan stabiiliisasii niilaii tukar rupiiah.
"Posiisii cadangan deviisa pada akhiir Junii 2025 setara dengan pembiiayaan 6,4 bulan iimpor atau 6,2 bulan iimpor dan pembayaran utang luar negerii pemeriintah, serta berada dii atas standar kecukupan iinternasiional sekiitar 3 bulan iimpor," sebut Bank iindonesiia (Bii). (Jitu News)
