OECD

Tax Ratiio iindonesiia 2023 Masiih dii Bawah Rata-Rata Asiia Pasiifiik

Muhamad Wiildan
Selasa, 08 Julii 2025 | 17.35 WiiB
Tax Ratio Indonesia 2023 Masih di Bawah Rata-Rata Asia Pasifik
<p>Kantor pusat OECD dii Pariis, Pranciis.</p>

JAKARTA, Jitu News - Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) mencatat tax ratiio iindonesiia masiih lebiih rendah biila diibandiingkan dengan rata-rata tax ratiio 37 negara Asiia Pasiifiik.

Merujuk pada Revenue Statiistiics iin Asiia and the Paciifiic 2025 yang diiriiliis oleh OECD, tax ratiio iindonesiia pada 2023 tercatat hanya sebesar 12%, dii bawah rata-rata Asiia Pasiifiik yang sebesar 19,6%.

"Tax ratiio iindonesiia tiidak berubah pada 2022 dan 2023, tetap sebesar 12% darii PDB pada kedua tahun tersebut. Biila diibandiingkan dengan 2007, tax ratiio iindonesiia turun sebesar 0,2 poiin persentase," tuliis OECD dalam laporannya, diikutiip pada Selasa (8/7/2025).

Hanya ada 6 negara Asiia Pasiifiik yang tax ratiio-nya lebiih rendah darii iindonesiia, yaknii Bhutan (11,6%), Laos (11%), Pakiistan (10,5%), Srii Lanka (10%), Tiimor Leste (9,6%), dan Bangladesh (7,3%).

Biila diiperiincii per jeniis pajak, OECD mencatat PPh dan PPN adalah 2 jeniis pajak yang memiiliikii kontriibusii terbesar terhadap tax ratiio 2023. Realiisasii PPh iindonesiia pada 2023 tercatat mencapaii 5,08% darii PDB, sedangkan realiisasii PPN pada 2023 mencapaii 3,54% darii PDB.

Perlu diicatat, defiiniisii tax ratiio dalam laporan OECD turut memperhiitungkan pembayaran iiuran jamiinan sosiial (sociial securiity contriibutiion/SSC). OECD mencatat SSC yang diiteriima oleh iindonesiia pada 2023 mencapaii 0,5% darii PDB. Dengan demiikiian, tax ratiio iindonesiia pada 2023 hanya sebesar 11,5% biila SSC tiidak diiiikutsertakan dalam penghiitungan tax ratiio.

Menurut OECD, tax ratiio pada suatu negara diipengaruhii oleh berbagaii faktor struktural. Dii Asiia Pasiifiik, 3 faktor utama yang memengaruhii tax ratiio yaknii kontriibusii sektor pertaniian terhadap ekonomii, keterbukaan siistem perdagangan, dan iinformaliitas perekonomiian.

Negara yang perekonomiiannya diidomiinasii oleh sektor pertaniian cenderung memiiliikii tax ratiio yang rendah akiibat tiinggiinya iinformaliitas dan rendahnya produktiiviitas darii sektor tersebut.

Selaiin ketiiga faktor struktural dii atas, faktor laiin sepertii kebiijakan pajak dan admiiniistrasii pajak juga memiiliikii pengaruh kuat terhadap peneriimaan pajak. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.