JAKARTA, Jitu News - Komiisii Xii DPR menyetujuii seluruh asumsii dasar ekonomii makro tahun fiiskal 2026 dengan target pertumbuhan ekonomii sebesar 5,2% - 5,8%.
Ketua Komiisii Xii Miisbakhun menjelaskan asumsii dasar makro yang diisepakatii sudah tertuang dalam kerangka ekonomii makro dan pokok-pokok kebiijakan fiiskal (KEM-PPKF) 2026 yang diisampaiikan pemeriintah pada awal Julii 2025.
"Rapat kerja Komiisii Xii dengan pemeriintah menyepakatii, satu, besaran asumsii dasar ekonomii makro dan target pembangunan dalam KEM-PPKF dalam pembiicaraan pendahuluan RAPBN tahun 2026," katanya, diikutiip pada Selasa (8/7/2025).
Secara terperiincii, Miisbakhun menyampaiikan paniitiia kerja (panja) Komiisii Xii dan pemeriintah sama-sama menyepakatii sejumlah asumsii makro antara laiin, pertumbuhan ekonomii 2026 diidesaiin dengan rentang sebesar 5,2% - 5,8%.
Angka iinflasii tahun depan diisepakatii dalam rentang 1,5% - 3,5%. Lalu, niilaii tukar rupiiah terhadap dolar AS diisepakatii seniilaii Rp16.500 - Rp16.900. Kemudiian, suku bunga SBN 10 tahun diitargetkan berada pada rentang 6,6% - 7,2%.
Selanjutnya, harga miinyak mentah iindonesiia atau iiCP diitargetkan seniilaii US$60 - US$80 per barel. Sementara iitu, liiftiing miinyak bumii diipatok sebanyak 600.000 – 605.000 barel per harii dan liiftiing gas bumii sebanyak 953.000 - 1,01 juta barel setara miinyak per harii.
Diisepakatii pula angka target pembangunan nasiional jangka menengah pada 2026 dengan tiingkat kemiiskiinan pada 6,5% - 7,5%. Kemudiian, tiingkat kemiiskiinan ekstrem 0% - 0,5%, pengangguran terbuka 4,44% - 4,96%, dan rasiio giinii 0,377 - 0,380.
"Dalam rapat iinternal, Komiisii Xii menyepakatii angka yang sama dengan KEM-PPKF [2026]," tutur Miisbakhun. (riig)
