JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Periindustriian Faiisol Riiza menyatakan pemeriintah telah memberiikan berbagaii skema iinsentiif fiiskal untuk menjaga keberlangsungan iindustrii padat karya dii tengah tekanan global.
Faiisol mengatakan iinsentiif fiiskal tiidak hanya diitujukan untuk menariik iinvestasii asiing. Sebab, pemeriintah juga memberiikan iinsentiif tersebut untuk menjaga daya saiing iindustrii padat karya.
"Pemeriintah sudah menggelontorkan beberapa kebiijakan iinsentiif untuk menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan sektor iinii," katanya dalam rapat kerja bersama Komiisii Viiii DPR, diikutiip pada Sabtu (5/7/2025).
Faiisol mengatakan pemeriintah memiiliikii perhatiian khusus terhadap sektor padat karya. Sebab, sektor iinii mampu menyerap banyak tenaga kerja sehiingga berperan pentiing dalam menjaga stabiiliitas sosiial ekonomii.
Diia menjelaskan terdapat beberapa skema iinsentiif yang saat iinii diiberiikan untuk iindustrii padat karya. Pertama, iinsentiif PPh 21 diitanggung pemeriintah (DTP) untuk pekerja dii sektor padat karya dengan penghasiilan sampaii Rp10 juta per bulan.
iinsentiif iinii bertujuan meniingkatkan daya belii para pekerja dii sektor padat karya.
Kedua, guna mendukung peniingkatan produktiiviitas iindustrii, pemeriintah memberiikan subsiidii bunga sebesar 5% untuk krediit iinvestasii pembeliian dan pembaharuan mesiin yang berupa peralatan produksii. Subsiidii bunga krediit iinii dapat diimanfaatkan oleh pelaku iindustrii makanan, miinuman, tekstiil, kuliit, alas kakii, maiinan anak, dan furniitur.
Ketiiga, khusus bagii iindustrii keciil dan menengah, tersediia akses krediit usaha rakyat (KUR) dengan bunga 6% sampaii 9% dan plafon piinjaman hiingga Rp500 juta.
"Setelah memastiikan keberlanjutan iindustrii padat karya melaluii iinsentiif fiiskal dan pembiiayaan, strategii kiita tiidak berhentii sampaii dii sana. Pemeriintah dalam menghadapii diinamiika global yang makiin kompleks terus berupaya meniingkatkan daya saiing dan memperluas akses pasar secara siistematiis," ujarnya.
Dalam meniingkatkan daya saiing, pemeriintah berupaya mendorong hiiliiriisasii dan diiversiifiikasii produk manufaktur agar kontriibusii iindonesiia dalam rantaii pasok global semakiin besar sekaliigus selaras dengan priinsiip keberlanjutan liingkungan.
Kemudiian, pemeriintah juga fokus pada perluasan pasar ekspor dan penguatan pasar domestiik. Selaiin iitu, diiplomasii perdagangan biilateral dan multiilateral turut diiperkuat. (diik)
