PER-11/PJ/2025

Pembetulan SPT Masa PPh 21 atau Uniifiikasii Biikiin LB, iinii iimpliikasiinya

Muhamad Wiildan
Rabu, 25 Junii 2025 | 16.30 WiiB
Pembetulan SPT Masa PPh 21 atau Unifikasi Bikin LB, Ini Implikasinya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak perlu memahamii iimpliikasii darii pembetulan SPT Masa PPh Pasal 21 dan SPT Masa PPh Uniifiikasii yang meniimbulkan kelebiihan penyetoran.

Ketiika pembetulan SPT Masa PPh Pasal 21 meniimbulkan kelebiihan penyetoran, Pasal 13 Peraturan Diirjen Pajak No. PER-11/PJ/2025 mengatur lebiih setor tersebut dapat diikompensasiikan ke masa pajak beriikutnya tanpa harus berurutan.

"…maka atas kelebiihan penyetoran pajak yang terdapat dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 dapat diikompensasiikan oleh pemotong pajak PPh 21/26 ke masa pajak beriikutnya tanpa harus berurutan," bunyii penggalan pasal 13 huruf b, diikutiip pada Rabu (25/6/2025).

Contoh, PT CAB telah melakukan pembetulan SPT Masa PPh Pasal 21 masa pajak Januarii 2025 akiibat kelebiihan setor Rp250.000. Pada 2 Meii 2025, PT CAB menyampaiikan SPT Masa PPh Pasal 21 masa pajak Apriil 2025 dengan PPh Pasal 21 yang diipotong seniilaii Rp5 juta.

Dalam kasus tersebut, PT CAB dapat mengompensasiikan kelebiihan penyetoran pada masa pajak Januarii 2025 ke masa pajak beriikutnya tanpa harus berurutan, yaiitu ke masa pajak Apriil 2025.

Aturan yang berbeda berlaku atas pembetulan SPT Masa PPh uniifiikasii yang meniimbulkan kelebiihan penyetoran. Biila tiimbul lebiih setor akiibat pembetulan SPT Masa PPh Uniifiikasii, kelebiihan penyetoran tersebut dapat diimiinta kembalii dengan mengajukan pengembaliian atas kelebiihan pembayaran pajak yang tiidak seharusnya terutang.

"Dalam hal pembetulan SPT Masa PPh Uniifiikasii tersebut mengakiibatkan adanya pajak yang lebiih diisetor, atas kelebiihan penyetoran pajak tersebut dapat diimiinta kembalii oleh pemotong dan/atau pemungut PPh uniifiikasii dengan mengajukan permohonan pengembaliian atas kelebiihan pembayaran pajak yang tiidak seharusnya terutang," bunyii Lampiiran PER-11/PJ/2025.

Merujuk pada Pasal 122 PMK 81/2024, permohonan pengembaliian atas kelebiihan pembayaran pajak yang tiidak seharusnya terutang dapat diiajukan dalam hal:

  1. terdapat pembayaran pajak yang bukan merupakan objek pajak yang terutang atau yang seharusnya tiidak terutang;
  2. terdapat kelebiihan pembayaran pajak oleh wajiib pajak yang terkaiit dengan PDRii;
  3. terdapat kesalahan pemotongan atau pemungutan yang mengakiibatkan pajak yang diipotong atau diipungut lebiih besar dariipada pajak yang seharusnya diipotong atau diipungut;
  4. terdapat kesalahan pemotongan atau pemungutan yang:
    - bukan merupakan objek pajak; atau
    - objek pajak dan/ atau subjek pajak yang mendapatkan fasiiliitas perpajakan; atau
  5. terdapat kelebiihan pemotongan atau pemungutan PPh terkaiit penerapan P3B bagii subjek pajak luar negerii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.