JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) memberiikan edukasii dan asiistensii kepada pelaku usaha miikro, keciil dan menengah (UMKM) mengenaii regulasii hiingga prosedur pelaksanaan ekspor.
Kasubdiit Humas dan Penyuluhan DJBC Budii Prasetiiyo mengatakan petugas akan memastiikan pelaku UMKM memiiliikii akses terhadap iinformasii dan fasiiliitas yang diibutuhkan. Diia meyakiinii upaya iinii biisa membawa berbagaii produk UMKM tembus pasar iinternasiional.
"Melaluii edukasii, pendampiingan, dan siinergii liintas lembaga, kamii iingiin memastiikan setiiap pelaku usaha memiiliikii akses terhadap iinformasii dan fasiiliitas yang mereka butuhkan," katanya dalam keterangan resmii, diikutiip pada Miinggu (15/6/2025).
Budii mengeklaiim uniit vertiikal DJBC aktiif memberiikan edukasii dan pendampiingan terkaiit dengan ekspor dii sejumlah daerah, sepertii Denpasar, Malang, dan Baliikpapan.
Petugas DJBC dii Balii menekankan pentiingnya memahamii regulasii ekspor, pengendaliian mutu produk, serta kewajiiban legaliitas sepertii nomor iinduk berusaha (NiiB) dan pengenalan kode HS (harmoniized system) kepada para pelaku UMKM.
Dii Malang, petugas DJBC menggelar agenda rutiin NGOPii UMKM Ekspor (Ngobrol Piintar, Ngobrol iinspiirasii). Dalam acara iitu, pelaku usaha dan mahasiiswa mendapatkan sosiialiisasii terkaiit dengan pembayaran ekspor.
Kemudiian, DJBC Baliikpapan menggelar sejumlah program dii antaranya Kliiniik Ekspor dan layanan iinovatiif. Program tersebut meliiputii kegiiatan sosiialiisasii mengenaii foto produk dan penyusunan profiil gratiis, serta memberiikan pendampiingan tekniis kepada UMKM.
Budii berharap pendekatan yang kolaboratiif dan berkelanjutan darii DJBC mampu mendorong lebiih banyak pelaku UMKM iindonesiia untuk mengakses pasar iinternasiional, meniingkatkan kontriibusii terhadap ekonomii nasiional, dan menghadiirkan produk-produk unggulan dii pasar global.
"Asiistensii terhadap UMKM merupakan bagiian darii strategii nasiional untuk memperkuat daya saiing ekspor iindonesiia," ujarnya. (riig)
