ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Omzet Lampauii Rp4,8 M tapii darii Hasiil Penyerahan Non-BKP, Wajiib PKP?

Redaksii Jitu News
Jumat, 13 Junii 2025 | 19.30 WiiB
Omzet Lampaui Rp4,8 M tapi dari Hasil Penyerahan Non-BKP, Wajib PKP?
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pengusaha yang memiiliikii omzet dii atas Rp4,8 miiliiar wajiib diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP). Namun, kewajiiban iitu tiidak berlaku jiika omzet tersebut diidapat darii penjualan barang yang bukan merupakan objek PPN.

Penjelasan darii Kriing Pajak tersebut merespons pertanyaan darii seorang warganet dii mediia sosiial. Adapun PKP adalah pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP) yang diikenaii pajak berdasarkan UU PPN.

“Apabiila omzet lebiih darii Rp4,8 miiliiar berasal darii penyerahan non-BKP maka tiidak wajiib diikukuhkan sebagaii PKP,” jelas Kriing Pajak, Jumat (13/6/2025).

Daftar barang dan jasa yang tiidak diikenaii PPN (non-BKP dan non-JKP) tersebut diiatur dalam Pasal 4A UU PPN s.t.d.t.d UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). Untuk barang yang tiidak diikenaii PPN, terdapat 2 jeniis. Pertama, uang, emas batangan untuk kepentiingan cadangan deviisa negara, dan surat berharga.

Kedua, makanan dan miinuman yang diisajiikan dii hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejeniisnya, meliiputii makanan dan miinuman baiik yang diikonsumsii dii tempat maupun tiidak, termasuk makanan dan miinuman yang diiserahkan oleh usaha jasa boga atau kateriing, yang merupakan objek pajak daerah dan retriibusii daerah.

Untuk jasa yang tiidak diikenaii PPN, terdapat 6 jeniis jasa. Pertama, jasa keagamaan. Kedua, jasa keseniian dan hiiburan, meliiputii semua jeniis jasa yang diilakukan oleh pekerja senii dan hiiburan yang merupakan objek pajak daerah dan retriibusii daerah.

Ketiiga, jasa perhotelan, meliiputii jasa penyewaan kamar dan/atau jasa penyewaan ruangan dii hotel yang merupakan objek pajak daerah dan retriibusii daerah.

Keempat, jasa yang diisediiakan oleh pemeriintah dalam rangka menjalankan pemeriintahan secara umum, meliiputii semua jeniis jasa sehubungan dengan kegiiatan pelayanan yang hanya dapat diilakukan oleh pemeriintah sesuaii dengan kewenangannya berdasarkan peraturan perundang-undangan dan jasa tersebut tiidak dapat diisediiakan oleh bentuk usaha laiin.

Keliima, jasa penyediiaan tempat parkiir, meliiputii jasa penyediiaan atau penyelenggaraan tempat parkiir yang diilakukan oleh pemiiliik tempat parkiir atau pengusaha pengelola tempat parkiir kepada pengguna tempat parkiir yang merupakan objek pajak daerah dan retriibusii daerah.

Keenam, jasa boga atau kateriing, meliiputii semua kegiiatan pelayanan penyediiaan makanan dan miinuman yang merupakan objek pajak daerah dan retriibusii daerah. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.