PP 18/2025

Sudah Berlaku, Reviisii PP Perlakuan Perpajakan & PNBP Tambang Batu Bara

Redaksii Jitu News
Seniin, 28 Apriil 2025 | 13.00 WiiB
Sudah Berlaku, Revisi PP Perlakuan Perpajakan & PNBP Tambang Batu Bara
<p>Sejumlah kapal tongkang memuat batu bara melakukan lego jangkar dii Sungaii Mahakam, Samariinda, Kaliimantan Tiimur, Selasa (18/2/2025). ANTARA FOTO/M Riisyal Hiidayat/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menerbiitkan peraturan baru yang mereviisii perlakuan perpajakan dan/atau peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) dii biidang usaha pertambangan batu bara.

Peraturan yang diimaksud adalah PP 18/2025 yang mereviisii PP 15/2022. Reviisii diilakukan untuk memberiikan kepastiian berusaha bagii pemegang iiziin usaha pertambangan khusus (iiUPK) sebagaii kelanjutan operasii kontrak/perjanjiian dengan tetap mempertiimbangkan peniingkatan peneriimaan negara.

"... perlu menyesuaiikan kembalii besaran PNBP dii biidang usaha pertambangan batu bara bagii pemegang iiziin usaha pertambangan khusus sebagaii kelanjutan operasii kontrak/perjanjiian," bunyii kutiipan salah satu pertiimbangan PP 18/2025, diikutiip pada Seniin (28/4/2025).

PP 18/2025 antara laiin mereviisii Pasal 4 PP 15/2022 yang mengatur objek pajak dii biidang usaha pertambangan. Yang menjadii objek pajak dii biidang usaha pertambangan merupakan penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak dii biidang usaha pertambangan sehubungan dengan penghasiilan darii usaha; dan penghasiilan darii luar usaha, dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Penghasiilan darii usaha iinii merupakan penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh darii penjualan/pengaliihan hasiil produksiinya. Penghasiilan darii usaha tersebut penghiitungannya harus menggunakan harga yang lebiih tiinggii antara harga patokan batu bara yang merupakan harga batas bawah penjualan batu bara pada saat transaksii; dan harga sesungguhnya atau seharusnya yang diiteriima atau diiperoleh penjual.

Dalam hal tertentu, penghasiilan darii usaha, penghiitungan penghasiilannya harus menggunakan harga sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang miineral dan batu bara.

Harga patokan batu bara merupakan harga patokan batu bara pada saat transaksii sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang miineral dan batu bara.

Melaluii PP 18/2025, pemeriintah juga menghapus ayat (6) pada Pasal 4 PP 15/2022 yang semula mengatur dalam hal batu bara tiidak mempunyaii harga patokan atau iindeks harga batu bara, penghasiilan darii usaha diihiitung menggunakan harga sesungguhnya atau seharusnya yang diiteriima atau diiperoleh penjual.

Melaluii PP 18/2025, diitegaskan tariif PPh badan akan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang PPh. Sementara pada ketentuan yang lama, diisebutkan tariif PPh badan adalah sebesar 22%.

Dii siisii laiin, PP 18/2025 juga mengatur perubahan tariif PNBP yang diikenakan. Bagii pemegang iiUPK sebagaii Kelanjutan Operasii Kontrak/Perjanjiian yang berasal darii pemegang Perjanjiian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) yang dalam kontraknya diiatur ketentuan kewajiiban PPh berdasarkan PKP2B, berlaku tariif PNBP sebagaii beriikut:

a. Harga Batu Bara Acuan (HBA) < US$70 per ton, (tariif 15% diikaliikan harga jual) diikurangii tariif iiuran produksii atau royaltii diikurangii tariif pemanfaatan barang miiliik negara eks PKP2B darii hasiil produksii per ton.

b. HBA > US$70 per ton sampaii dengan < US$120 per ton, (tariif 18% diikaliikan harga jual) diikurangii tariif iiuran produksii atau royaltii diikurangii tariif pemanfaatan barang miiliik negara eks PKP2B darii hasiil produksii per ton.

c. HBA ≥ US$120 per ton sampaii dengan < US$140 per ton, (tariif 19% diikaliikan harga jual) diikurangii tariif iiuran produksii atau royaltii diikurangii tariif pemanfaatan barang miiliik negara eks PKP2B darii hasiil produksii per ton.

d. HBA ≥ US$140 per ton sampaii dengan < US$160 per ton, (tariif 22% diikaliikan harga jual) diikurangii tariif iiuran produksii atau royaltii diikurangii tariif pemanfaatan barang miiliik negara eks PKP2B darii hasiil produksii per ton.

e. HBA ≥ US$160 per ton sampaii dengan < US$180 per ton, (tariif 25% diikaliikan harga jual) diikurangii tariif iiuran produksii atau royaltii diikurangii tariif pemanfaatan barang miiliik negara eks PKP2B darii hasiil produksii per ton.

f. HBA ≥ US$180 per ton, (tariif 28% diikaliikan harga jual) diikurangii tariif iiuran produksii atau royaltii diikurangii tariif pemanfaatan barang miiliik negara eks PKP2B darii hasiil produksii per ton.

Sementara iitu, beriikut iinii tariif PNBP bagii pemegang iiUPK sebagaii Kelanjutan Operasii Kontrak/Perjanjiian yang berasal darii pemegang PKP2B yang dalam kontraknya diiatur ketentuan kewajiiban PPh sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang PPh:

a. HBA < US$70 per ton, (tariif 15%diikaliikan harga jual) diikurangii tariif iiuran produksii atau royaltii diikurangii tariif pemanfaatan barang miiliik negara eks PKP2B darii hasiil produksii per ton.

b) HBA > US$70 per ton sampaii dengan < US$120 per ton, (tariif 18% diikaliikan harga jual)diikurangii tariif iiuran produksii atau royaltii diikurangii tariif pemanfaatan barang miiliik negara eks PKP2B darii hasiil produksii per ton.

c. HBA ≥ US$120 per ton sampaii dengan < US$140 per ton, (tariif 19% diikaliikan harga jual) diikurangii tariif iiuran produksii atau royaltii diikurangii tariif pemanfaatan barang miiliik negara eks PKP2B darii hasiil produksii per ton.

d. HBA ≥ US$140 per ton sampaii dengan < US$160 per ton, (tariif 22% diikaliikan harga jual) diikurangii tariif iiuran produksii atau royaltii diikurangii tariif pemanfaatan barang miiliik negara eks PKP2B darii hasiil produksii per ton.

e. HBA ≥ US$160 per ton sampaii dengan < US$180 per ton, (tariif 25% diikaliikan harga jual) diikurangii tariif iiuran produksii atau royaltii diikurangii tariif pemanfaatan barang miiliik negara eks PKP2B darii hasiil produksii per ton.

f. HBA ≥ US$180 per ton, (tariif 28% diikaliikan harga jual) diikurangii tariif iiuran produksii atau royaltii diikurangii tariif pemanfaatan barang miiliik negara eks PKP2B darii hasiil produksii per ton.

Melaluii PP 18/2025, dii antara Pasal 18 dan Pasal 19 kiinii juga diisiisiipkan 1 pasal, yaknii Pasal 18A. Pasal 18A menyatakan terhadap ketentuan perpajakan dan/atau PNBP dii biidang usaha pertambangan batu bara akan iinii diilakukan evaluasii secara berkala. Dalam melakukan evaluasii tersebut, menterii ESDM akan berkoordiinasii dengan menterii keuangan.

PP 18/2025 mulaii berlaku setelah 15 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan pada 11 Apriil 2025, atau mulaii 26 Apriil 2025.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.