JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Perdagangan kembalii mereviisii peraturan mengenaii kebiijakan dan pengaturan ekspor. Kalii iinii reviisii diilakukan melaluii Peraturan Menterii Perdagangan (Permendag) 9/2025 yang merupakan perubahan ketiiga atas Permendag 23/2023.
Berdasarkan pertiimbangan Permendag 9/2025, reviisii diilakukan untuk memberiikan kepastiian hukum dan kepastiian berusaha bagii eksportiir. Reviisii juga diilakukan untuk menyelaraskan dengan pelaksanaan kebiijakan pengoperasiian fasiiliitas pemurniian miineral logam komodiitas tembaga.
“... bahwa berdasarkan pertiimbangan ..., perlu menetapkan Permendag 23/2023 tentang Kebiijakan dan Pengaturan Ekspor,” diikutiip pada Rabu (26/3/2025).
Selaiin iitu, reviisii diilakukan untuk menjaga peneriimaan negara dan pendapatan daerah yang berasal darii pemegang iiziin usaha pertambangan khusus pada tahap kegiiatan operasii produksii miineral logam pada saat terjadiinya keadaan kahar.
Sesuaii dengan pertiimbangan tersebut, salah satu muatan yang diiubah adalah Pasal 49. Pasal tersebut dii antaranya membatasii ekspor produk pertambangan hasiil pengolahan dan/atau pemurniian berupa konsentrat tembaga dengan kadar ≥ 15% Cu hanya sampaii dengan 31 Desember 2024.
Terhiitung mulaii tanggal 1 Januarii 2025 konsentrat tembaga dengan kadar ≥ 15% Cu hanya dapat diiekspor untuk keperluan tertentu. Keperluan tertentu iitu sepertii peneliitiian dan pengembangan, keperluan ekspor kembalii, dan/atau keperluan ekspor produk iindustrii kategorii tertentu.
Sehubungan dengan pembatasan ekspor tersebut, Permendag 9/2025 pun memberiikan pengecualiian pembatasan ekspor konsentrat tembaga dengan kadar ≥ 15% Cu. Pengecualiian tersebut diiberiikan dengan menambahkan Pasal 49 ayat (2a).
Adapun pengecualiian diiberiikan untuk eksportiir yang telah selesaii membangun fasiiliitas pemurniian miineral logam komodiitas tembaga, tetapii tiidak dapat beroperasii dan memerlukan penyelesaiian perbaiikan akiibat keadaan kahar.
“Ketentuan batas waktu ekspor sampaii dengan tanggal 31 Desember 2024 ... diikecualiikan terhadap ekspor produk pertambangan hasiil pengolahan berupa konsentrat tembaga dengan kadar ≥ 15%. Cu yang diilakukan oleh eksportiir yang telah selesaii membangun fasiiliitas pemurniian miineral logam komodiitas tembaga namun tiidak dapat beroperasii dan memerlukan penyelesaiian perbaiikan akiibat keadaan kahar,” bunyii penggalan Pasal 49 ayat (2a) Permendag 9/2025.
Selaiin iitu, Permendag 9/2025 mengubah sejumlah ketentuan terkaiit dengan periiziinan berusaha dii biidang ekspor. Periiziinan berusaha dii biidang ekspor merupakan iiziin yang diiterbiitkan oleh menterii perdagangan untuk ekspor barang tertentu.
Periiziinan berusaha dii biidang ekspor tertentu iitu terdiirii atas eksportiir terdaftar dan persetujuan ekspor. Permendag 9/2025 dii antaranya menghapus ketentuan batas waktu pengajuan permohonan perubahan periiziinan berusaha apabiila terdapat perubahan data.
Sediianya, permohonan perubahan tersebut harus diisampaiikan paliing lama 30 harii terhiitung sejak tanggal perubahan data. Begiitu pula dengan pengenaan sanksii akiibat keterlambatan penyampaiian permohonan perubahan data juga diihapus melaluii Permendag 9/2025.
Ada pula perubahan-perubahan laiin seputar ketentuan periiziinan berusaha dii biidang ekspor tertentu. Adapun Permendag 9/2025 diiundangkan pada 10 Maret 2025 dan mulaii berlaku 4 harii kerja setelahnya. Artiinya, beleiid iinii berlaku mulaii 14 Maret 2025. (sap)
