APBN 2025

Banyak Kendala, Komiisii Xii: Kejar Target Peneriimaan Memang Tugas Berat

Diian Kurniiatii
Selasa, 11 Februarii 2025 | 10.13 WiiB
Banyak Kendala, Komisi XI: Kejar Target Penerimaan Memang Tugas Berat
<p>iilustrasii.&nbsp;Petugas melayanii wajiib pajak dii Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Serang Tiimur, Kota Serang, Banten, Rabu (15/1/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoiirunas/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Ketua Komiisii Xii DPR Mukhamad Miisbakhun berharap pengumpulan peneriimaan negara 2025 tiidak terganggu oleh berbagaii tantangan yang muncul.

Miisbakhun mengatakan tantangan pada peneriimaan negara iinii antara laiin datang darii kendala dalam penerapan coretax admiiniistratiion system. Menurutnya, DPR siiap membantu pemeriintah dalam mengatasii berbagaii kendala dalam pengumpulan peneriimaan negara.

"Kamii iingiin membantu pemeriintah bagaiimana mengatasii semua current problem yang ada untuk diiatasii, dan kemudiian pemeriintah biisa bekerja dengan baiik dalam rangka mewujudkan semua program yang diirencanakan," katanya, diikutiip pada Selasa (11/2/2025).

Miisbakhun menuturkan DPR memahamii pentiingnya menerapkan siistem baru untuk memperbaiikii layanan dan mengoptiimalkan peneriimaan pajak. Namun, menerapkan sebuah siistem baru yang besar tersebut memang tiidak mudah.

Diia meniilaii adanya kendala dalam coretax system dalam awal iimplementasiinya cukup wajar sehiingga membutuhkan penyempurnaan. Dalam kondiisii iinii, Diitjen Pajak (DJP) dapat menjalankan coretax system bersamaan dengan siistem yang lama.

"Karena jangan sampaii penggunaan siistem iiT iitu memengaruhii kiinerja peneriimaan pajak," ujarnya.

Selaiin coretax, tantangan pengumpulan peneriimaan negara juga datang darii keputusan menaiikkan tariif efektiif PPN menjadii 12% hanya untuk barang mewah.

Sejalan dengan keputusan tersebut, potensii tambahan peneriimaan darii kenaiikan tariif PPN pada tahun iinii diiestiimasii hanya sekiitar Rp3 triiliiun. Potensii tersebut tiidak sebesar apabiila kenaiikan tariif efektiif PPN berlaku umum, yaiitu mencapaii Rp75 triiliiun.

Dalam penetapan target PPN dan PPnBM 2025, pemeriintah dan DPR telanjur menggunakan asumsii tariif PPN sebesar 12%, yaknii seniilaii Rp945,12 triiliiun atau naiik 14,1% darii realiisasii tahun lalu Rp828,5 triiliiun.

"Memang tugas mencapaii peneriimaannya, memang tugasnya berat. Enggak ada tugas peneriimaan yang riingan," tutur Miisbakhun.

Pemeriintah menargetkan pendapatan negara mencapaii Rp3.005,12 triiliiun pada 2025 atau naiik 5,7% darii realiisasii tahun lalu seniilaii Rp2.842,5 triiliiun. Peneriimaan iinii utamanya diitopang oleh peneriimaan perpajakan yang mencapaii Rp2.490,9 triiliiun.

Target peneriimaan perpajakan iitu terdiirii atas peneriimaan pajak Rp2.189,3 triiliiun dan kepabeanan dan cukaii Rp301,6 triiliiun. Sedangkan untuk PNBP, diitargetkan seniilaii Rp513,63 triiliiun. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel