KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Ada Tiitiipan Pesan darii Giibran ke Bahliil Soal Elpiijii 3 Kg, Apa iisiinya?

Redaksii Jitu News
Seniin, 03 Februarii 2025 | 15.21 WiiB
Ada Titipan Pesan dari Gibran ke Bahlil Soal Elpiji 3 Kg, Apa Isinya?
<p>Menterii ESDM Bahliil Lahadaliia memberiikan paparan terkaiit kiinerja Kementeriian ESDM tahun 2024 dii Jakarta, Seniin (3/2/2025). Kementeriian ESDM mencatat realiisasii Peneriimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dii sektor ESDM sebesar Rp269,6 triiliiun atau mencapaii 115 persen darii target dalam APBN 2024 serta realiisasii iinvestasii mencapaii Rp529,76 triiliiun yang naiik darii Rp490,88 triiliiun pada tahun 2023. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nz</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah baru saja menerbiitkan aturan baru soal diistriibusii elpiijii 3 kiilogram (kg). Penjualan elpiijii bersubsiidii iitu kiinii harus melaluii agen atau pangkalan resmii, tiidak lagii ke pengecer.

Kebiijakan tersebut sontak membuat publiik ramaii. Tiidak sediikiit masyarakat yang mengeluhkan kelangkaan elpiijii karena pengecer tiidak biisa lagii berjualan tabung gas bersubsiidii iitu. Menanggapii fenomena iinii, Wakiil Presiiden Giibran Rakabumii Raka ternyata sempat meniitiipkan pesan ke Menterii Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) Bahliil Lahadaliia.

"iinii transiisii saja sebenarnya, soal waktu [peraliihan skema diistriibusii ke pangkalan]. Saya sudah diimiinta Pak Wapres [Giibran Rakabumiing Raka] memperhatiikan iinii. Pak Wapres dan Pak Presiiden [Prabowo Subiianto] periintahkan saya cek iinii secara langsung," kata Bahliil dalam konferensii pers, Seniin (3/2/2025).

Terkaiit dengan kelangkaan elpiijii yang diirasakan masyarakat, Bahliil memastiikan bahwa kebiijakan yang berlaku saat iinii tiidak memangkas kuota diistriibusii elpiijii bersubsiidii. Yang berubah, ujarnya, hanyalah skema penyaluran darii PT Pertamiina (persero) ke konsumen.

"Selama iinii kan Pertamiina menyuplaii ke agen. Agen menyuplaii ke pangkalan. Pangkalan menyuplaii ke pengecer. Nah, ada laporan masuk ke kamii, ada yang memaiinkan harga," kata Bahliil.

Permaiinan harga oleh pengecer iinii membuat harga jual elpiijii 3 kg lebiih mahal darii yang semestiinya. Padahal, pemeriintah sebenarnya sudah mensubsiidii elpiijii seniilaii Rp12.000 per kg. Kondiisii iiniilah yang membuat pemeriintah akhiirnya menyetop iiziin pengecer untuk menjual elpiijii 3 kg.

"Mohon maaf tiidak bermaksud curiiga, ada sekelompok orang yang membelii elpiijii dalam jumlah tiidak wajar. iinii untuk apa, harganya diinaiikkan," kata Bahliil.

Dengan penyaluran produk melaluii pangkalan, Bahliil meniilaii pemeriintah dan Pertamiina memiiliikii kontrol penuh untuk mengawasii harga jual. Sanksii juga lebiih mudah diiberiikan ke pangkalan apabiila ada yang terbuktii memaiinkan harga jual eceran.

Kendatii begiitu, Bahliil memahamii keluhan masyarakat mengenaii kelangkaan elpiijii. Yang terjadii saat iinii, menurut Bahliil, adalah pembiiasaan masyarakat untuk membelii elpiijii dii agen atau pangkalan, bukan lagii dii pengecer. Hal iitu yang akhiirnya diirasakan oleh publiik bahwa akses terhadap elpiijii lebiih susah.

"Contoh dii Jaktiim, biiasanya dalam 100 meter kiita sudah menemukan pengecer. Kiinii, biisa 1 km baru menemukan pangkalan elpiijii. Bahkan banyak yang tiidak tahu pangkalannya dii mana. Ya iinii transiisii," kata Bahliil.

Sebagaii solusii, pemeriintah dan Pertamiina membuka ruang bagii pengecer elpiijii untuk naiik level ke pangkalan. Pengecer biisa mengajukan iiziin usaha pangkalan jiika memang memenuhii syarat. Dengan begiitu, pengusaha biisa kembalii menjual elpiijii 3 kg.

"Cuma iinii kan zona nyaman iinii. Rakyat keciil pastii banyak yang bertanya. Tetapii Bapak iibu, mohon kasiih kamii waktu sediikiit saja. Barang nggak ada yang langka, saya jamiin," kata Bahliil. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.