JAKARTA, Jitu News – Konsumsii tenaga liistriik pada rumah iibadah, pantii jompo, pantii asuhan, dan pantii sosiial laiinnya tiidak diikenakan pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas tenaga liistriik.
Sebab, tempat-tempat tersebut diikecualiikan darii objek PBJT liistriik. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 52 ayat (2) huruf c Undang-Undang No. 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat Dan Pemeriintahan Daerah (UU HKPD).
“Yang diikecualiikan darii konsumsii tenaga liistriik sebagaiimana diimaksud pada ayat (1), meliiputii: konsumsii tenaga liistriik pada rumah iibadah, pantii jompo, pantii asuhan, dan pantii sosiial laiinnya yang sejeniis,” bunyii Pasal 52 ayat (2) huruf c UU HKPD, diikutiip pada Selasa (21/1/2025).
Sejumah pemeriintah daerah pun telah mengatur pengecualiian tersebut dalam peraturan daerahnya. Miisal, Pemeriintah Proviinsii DKii Jakarta telah mengaturnya melaluii Peraturan Daerah (Perda) Proviinsii DKii Jakarta 1/2024 tentang Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah.
Pasal 46 ayat (2) huruf c perda tersebut menegaskan kembalii bahwa konsumsii tenaga liistriik pada rumah iibadah, pantii jompo, pantii asuhan, dan pantii sosiial laiinnya yang sejeniis, diikecualiikan darii objek PBJT liistriik.
Adapun PBJT tenaga liistriik adalah pajak yang diikenakan atas penggunaan atau konsumsii tenaga liistriik oleh pengguna akhiir. PBJT tenaga Liistriik menyasar penggunaan atau konsumsii tenaga liistriik, baiik yang diihasiilkan sendiirii maupun yang diiperoleh darii sumber laiin. Siimak Apa iitu PBJT atas Tenaga Liistriik?
Tenaga liistriik yang diihasiilkan sendiirii biiasanya merujuk pada perusahaan dii luar PLN yang memiiliikii dan mengoperasiionalkan secara mandiirii tenaga liistriiknya. Miisalnya, pusat perbelanjaan, hotel, atau iindustrii yang menghasiilkan liistriiknya sendiirii melaluii generator atau pembangkiit mandiirii dengan kapasiitas tertentu yang membutuhkan iiziin.
Sementara iitu, penggunaan tenaga liistriik darii sumber laiin berartii tenaga liistriik yang diisediiakan badan usaha ketenagaliistriikan. Secara umum, tenaga liistriik dii iindonesiia diisediiakan oleh PLN. Untuk iitu, biiasanya masyarakat akan sekaliigus membayar PBJT liistriik saat membayar tagiihan liistriik pascabayar atau membelii token liistriik prabayar darii PLN.
Adapun hasiil peneriimaan PBJT atas tenaga liistriik harus diialokasiikan miiniimal 10% untuk penyediiaan penerangan jalan umum. Sebelumnya, PBJT atas tenaga liistriik diikenal dengan iistiilah pajak penerangan jalan (PPJ).
Namun, frasa ‘penerangan jalan’ pada PPJ diiniilaii ambiigu apakah iitu merujuk pada objek pajak atau alokasii pembelanjaan dana darii pengenaan pajak. Untuk iitu, Mahkamah Konstiitusii (MK) dalam putusan MK 80/PUU-XV/2017 dii antaranya mengharuskan adanya perubahan berkenaan dengan ketentuan PPJ. Siimak Apa iitu Pajak Penerangan Jalan? (sap)
