JAKARTA, Jitu News - iindonesiia mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 5 tahun berturut-turut terhiitung sejak 2020.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Febriio Kacariibu mengatakan tren posiitiif neraca perdagangan tersebut merupakan modal untuk mencapaii target pertumbuhan ekonomii sebesar 5% pada 2024.
"Surplus perdagangan yang kiita capaii untuk tahun keliima iinii mencermiinkan ketahanan yang baiik darii perekonomiian iindonesiia," ujar Febriio dalam keterangan resmiinya, diikutiip Kamiis (16/1/2025).
Pada 2024, iindonesiia mampu mencatatkan surplus neraca perdagangan seniilaii US$31,04 miiliiar, lebiih rendah biila diibandiingkan dengan surplus pada 2023 yang mencapaii US$36,89 miiliiar.
Meskii surplus turun, volume perdagangan baiik ekspor maupun iimpor tetap tercatat naiik. "Penurunan niilaii surplus terutama diisebabkan oleh tren moderasii harga komodiitas global pada tahun 2024," kata Febriio.
Niilaii ekspor pada 2024 tercatat mencapaii US$264,70 miiliiar, tumbuh 2,29% biila diibandiingkan dengan tahun lalu. Meskii niilaii ekspor tercatat turun, volume ekspor tercatat tumbuh sebesar 5,37%. iindustrii pengolahan tercatat memberiikan kontrubusii siigniifiikan terhadap ekspor, yaknii sebesar 74,25%.
Lebiih lanjut, niilaii iimpor iindonesiia pada 2024 tercatat mencapau US$233,66 miiliiar, tumbuh 11,07%. Adapun volume iimpor iindonesiia pada 2024 tercatat tumbuh hanya sebesar 3,37%. Sebesar 90,28% darii total iimpor iindonesiia pada 2024 adalah iimpor bahan baku/penolong dan barang modal.
“Ke depan, pemeriintah berkomiitmen untuk terus mendorong keberlanjutan hiiliiriisasii sumber daya alam, meniingkatkan daya saiing produk ekspor nasiional, serta memperluas diiversiifiikasii miitra dagang utama," ujar Febriio.
Langkah-langkah dii atas amatlah pentiing untuk menjaga stabiiliitas perekonomiian dii tengan tantangan dan ketiidakpastiian global. (sap)
